Anak Obesitas Berisiko Gemuk dan Stres di Masa Dewasa

Anak Obesitas Berisiko Gemuk dan Stres di Masa Dewasa
Ilustrasi anak obesitas. ( Foto: Ist / Ist )
Nessy Febrinastri / FAB Rabu, 26 Agustus 2015 | 08:00 WIB

Para ahli kesehatan di Kanada dan Amerika Serikat (AS) menyatakan kekhawatirannya pada kenaikan angka obesitas (kegemukan) yang meroket pada anak-anak.

Anak-anak obesitas beresiko menjadi orang dewasa gemuk dan bisa mengalami konsekuensi kesehatan, termasuk stres, tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi.

Prevalensi obesitas dalam beberapa tahun terakhir antara mereka yang berusia tiga - 19 tahun adalah 13 persen di Kanada dan 17,5 persen di AS. Laporan ini dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), Selasa (25/8).

"Pada akhir 1970-an, lima persen anak-anak dan remaja di Kanada dan 5,6 persen di AS mengalami obesitas. Kanada dan AS telah melihat peningkatan obesitas dari 1980 sampai awal abad ke-21, dan kemudian ada perubahan terbaru dalam prevalensi," kata Cynthia Ogden, dari Pusat Nasional untuk Statistik Kesehatan.

Melihat semakin tingginya prevalensi, Mark Tremblay, direktur Healthy Active Living and Obesity Research Program di Kanada menyatakan, sebaiknya kampanye anti-obesitas segera dilakukan.

"Biaya yang sangat besar dalam hal emosional, sosial, mental, dan fisik akibat obesitas sangat besar, sehingga menurut saya, lebih baik lakukan kampanye ke sekolah-sekolah sesegera mungkin," tambah Tremblay.

Kampanye yang dimaksud Tremblay sama seperti kampanye anti-merokok, dimana perawat membawa poster paru-paru hitam ke sekolah-sekolah dan mengajarkan pola hidup sehat kepada anak-anak.

Sumber: CBC News