Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memberi sambutan dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional di Jakarta, 21 Maret 2017.

Pemda Diminta Wujudkan Program Kota Layak Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memberi sambutan dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional di Jakarta, 21 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Dina Manafe)

Solok - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, meminta pemerintah daerah (Pemda) dapat mewujudkan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk mencapai Indonesia Layak Anak pada 2030.

"Jangan deklarasi membangun kota layak anak hanya sebatas di atas kertas saja, gugus KLA harus dibentuk. Sukses atau tidaknya KLA semua tergantung pimpinan daerah," kata Yohana saat meluncurkan 13 Kabupaten/Kota KLA di Solok, Sumatera Barat, Rabu (19/4).

Pemda, kata Yohana, harus berkomitmen dan menjalankan 24 indikator KLA. "Indikator tersebut antara lain, setiap anak harus memiliki akte kelahiran,adanya forum anak, informasi layak anak, sekolah ramah anak, puskesmas layak anak membentuk Satgas-PPA dan juga P2TP2A," jelasnya.

Saat ini, lanjut Yohana, Kementerian PPPA telah menginisiasi 326 kota yang berkomitmen untuk mewujudkan program KLA, pemerintah menargetkan pada 2019 semua kabupaten dan kota telah berkomitmen menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak.

"Ke depan kami akan mendatangi satu persatu daerah yang telah berkomitmen mewujudkan KLA, supaya dapat melaksanakan program tersebut," kata Yohana.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Nasrul Abit, meminta seluruh komunitas masyarakat untuk ikut melindungi anak-anak.

"Ibu-ibu harus melindungi anak-anaknya, selain karena memang tanggung jawab kita, jangan sampai anak-anak diserahkan atau dititipkan kepada pihak lain karena saat ini telah terjadi banyak modus kejahatan di mana-mana. Bagi wanita karier diharapkan memperhatikan pendidikan anak dan memanfaatkan waktu luang untuk becengkrama dengan anak-anak mereka," kata dia.



/FER

ANTARA