Liga Pendidikan Indonesia

Uncen Pimpin Grup G Wilayah Timur

Ilustrasi logo Liga Pendidikan Indonesia 2011. Photo: Istimewa. ()

Oleh: | Senin, 19 Sepember 2011 | 11:24 WIB
Hasil uji coba dengan Persipura jadi bekal penting.

Wakil dari Provinsi Papua, PS Universitas Cenderawasih (Uncen) yang berlaga di Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Wilayah Timur di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memimpin Grup G, Senin (19/9). PS Uncen memimpin grup ini setelah mengandaskan lawan-lawannya, yakni Universitas Gorontalo dengan skor tipis 1-0, Universitas Tadulako asal Sulawesi Tengah 2-1, serta pada Minggu (18/9) sore menumbangkan Politeknik Manado, wakil Sulawesi Utara, dengan skor 7-1.

Sebagaimana diberitakan Antara, pelatih kepala PS Uncen Daniel Womsiwor, saat dihubungi via telepon seluler, Senin (19/9) dinihari, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan senang dengan keberhasilan anak asuhnya yang bisa meraih poin penuh atas tim Politeknik Manado. "Saya sebagai pelatih, juga para official, sangat bangga dengan kemenangan yang cukup telak atas tim kota Nyiur Melambai, Manado, dengan skor 7-1. Sehingga kami jadi pemuncak Grup G," katanya.

Dijelaskan Daniel, dalam pertandingan pada Minggu sore tersebut di lapangan Karebosi, Makassar, gol cepat Jerimias Womsiwor di menit pertama babak pertama tampak langsung melunturkan semangat juang Politeknik Manado. Sehingga kemudian, gol demi gol terus dilahirkan oleh pemain-pemain Uncen.

"Gol pertama Jeri Womsiwor di menit pertama babak pertama, telah merusak dan memupuskan impian tim asal Manado itu," jelas Daniel.

Selain gol itu, Jerimias kemudian juga mencetak gol pada menit ke-14 dan 35 babak pertama. Sementara empat gol lainnya dicetak oleh Hendru Korey, pada menit ke-12 dan 25, serta dua gol dari Willyams Waimuri pada babak kedua. Sedangkan gol Politeknik Manado didapatkan melalui hadiah tendangan penalti.

Menurut Daniel, pertandingan yang mempertemukan tim asal Papua dan Manado itu berlangsung cepat, keras dan seru. Di mana kedua tim saling menunjukkan kebolehannya masing-masing dalam menyerang maupun bertahan. Namun kemenangan PS uncen atas Politeknik Manado tak dapat ditahan lagi, meskipun di tim Politeknik Manado sendiri ada sejumlah anak-anak asal Papua yang ikut tampil.

"Kami menang karena mampu mengendalikan diri, menguasai lapangan dan lawan. Serta bermain keras, cepat, tangkas dan kolektif," katanya.

Lebih jauh dikatakan, sejumlah kemenangan yang diraih PS Ucnen saat ini, merupakan buah dari kerjasama tim yang solid. Termasuk juga cambukan berharga dari latih tanding atau uji coba dengan tim Persipura beberapa waktu lalu, di lapangan Mandala, Jayapura.

"Banyak pelajaran yang kami petik pada waktu uji tanding dengan tim Persipura lalu. Dan kalau boleh saya katakan, kami telah mengadopsi permainan tim Mutiara Hitam (julukan Persipura) saat meraih sejumlah kemenangan di babak penyisihan Grup G LPI Wilayah Timur," katanya.

Daniel Womsiwor yang juga pernah merasakan pendidikan di Manado, Sulawesi Utara itu mengatakan, bahwa dengan pencapaian yang maksimal di Grup G, ia telah meminta anak asuhnya untuk tidak cepat berpuas diri dan berbangga hati. Karena perjuangan sesungguhnya baru akan dimulai pada babak-babak selanjutnya, sehingga butuh konsentrasi dan tekad kuat untuk meraih hasil yang optimal di ajang LPI 2011 ini.

"Walau kami juara Grup G dengan poin sembilan dan produktifitas gol yang baik, tapi saya berharap jangan sampai penyakit cepat puas dan kurang disiplin menghambat laju PS Uncen. Karena partai hidup-mati masih menanti kami, pada laga selanjutnya 21 September 2011 melawan wakil Sulawesi Selatan atau dari Papua Barat," katanya.

Sementara itu, runner up dari Grup G atau yang akan mendampingi Uncen maju ke laga selanjutnya, adalah tim Universitas Gorontalo. Ini mereka capai setelah pada pertandingan terakhir menahan imbang tanpa gol Universitas Tadulako. Dengan demikian, mereka berhak melaju ke babak semi final wilayah Makassar, setelah mengoleksi empat poin dari tiga laga.

Sumber:
ARTIKEL TERKAIT