Ilustrasi Badai Salju di China

Jepang - Pengorbanan orang tua terhadap anak memang tak mengenal batas. Seorang ayah di Jepang rela mati kedinginan demi melindungi anak perempuannya yang berusia sembilan tahun dari badai salju.


Sang ayah, Mikio Okada, ditemukan mati membeku sambil memeluk anak perempuannya, Natsune, ketika terjadi badai salju yang menyapu bagian utara Jepang.


Tim pencari menemukan jasad Okada setelah kerabat korban melaporkan kehilangan. Natsune ditemukan mengenakan jaket ayahnya dan sambil dipeluk oleh ayahnya.


Mereka telah hilang sejak Sabtu sore. Pada saat sebelum kejadian, Okada tengah menjemput anaknya di sekolah.


Surat kabar Yomiuri Shimbun, melaporkan Okada sempat menelepon kerabatnya untuk mengabari bahwa truknya terjebak salju. Dia mengatakan akan berjalan pulang.


Namun, badai salju yang mencapai kecepatan 109 km/jam dan suhu minus enam derajat celcius membuat langkah mereka terhenti.


Okada memeluk anaknya di balik tembok sebuah gudang dan melindunginya dengan jaket yang dipakai Okada. Badai yang telah menewaskan sembilan orang ini akhirnya menewaskan sang ayah.


Mereka ditemukan sekitar 300 meter dari truk mereka yang terjebak salju.  Tim pencari mengatakan, si anak terisak menangisi ayahnya ketika ditemukan.


Dua tahun sebelumnya, sang Ibu, telah meninggal dunia.


Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa menurut tetangga, Okada adalah seorang ayah yang perhatian. Okada akan sengaja telat datang bekerja supaya bisa sarapan bersama Natsune.


Kisah tragis ini terjadi ketika warga Jepang merayakan hari anak perempuan,  sebuah festival dimana keluarga berkumpul bersama dan menghiasi rumah dengan boneka.


Seorang tetangga mengatakan, Okada sudah menyiapkan kue untuk merayakan hari tersebut bersama anaknya.

Penulis: Faisal Maliki Baskoro/FMB

Sumber:AFP