Ketua Centris Asia Pasific Democrats International (CAPDI) Jusuf Kalla (tengah) memberikan konferensi pers  di Jakarta, Rabu (24/4)

Jakarta - Konflik Rohingya di Myanmar, konflik di Laut China Selatan, dan potensi perang di Semenanjung Korea telah mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan dunia.

Oleh sebab itu, puluhan tokoh perdamaian dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik akan bertemu dalam konferensi perdamaian dunia dalam Pertemuan Umum II Centris Asia Pasific Democrats International (CAPDI) di Makassar pada 20-21 Mei nanti.

Konferensi CAPDI mengambil tema "Memobilisasi Pemerintah, Partai Politik, dan Masyarakat Sipil untuk Mempromosikan Perdamaian dan Rekonsiliasi, dan Memerangi Perubahan Iklim di Asia."

"Tujuan pertemuan ini agar bangsa-bangsa dapat bekerjasama untuk menciptakan kerjasama dan perdamaian antarnegara dan pemerintah dalam mengatasi masalah di kawasan. Prioritas kami menjaga harmonisasi dan perdamaian politik di Asia Pasifik," kata Ketua CAPDI Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Rabu (24/4).

Diutarakan JK, Konferensi II CAPDI diharapkan menghasilkan deklarasi Makassar sebagai dasar untuk berkomunikasi atau dialog antarpemimpin negara dalam menyelesaikan masalah global. Menurutnya, selama ini penyelesaian konflik disebabkan tidak adanya keputusan yang tegas dari para pemimpin negara.

JK merekomendasikan bahwa sengkata Laut China Selatan membutuhkan kebersamaan dan kesepatan di antara negara-negara ASEAN. Sementara terkait kekerasan sekterian di Myanmar, JK mengharapkan pemerintah Myanmar terbuka terhadap bantuan dari luar khususnya negara-negara Islam dan melaksanakan penegakan hukum di daerah konflik.

"CAPDI dicetuskan pada saat yang tepat untuk menemukan resolusi bagi masalah di kawasan. Masalah Laut China Selatan makin berkepanjangan karena gagal di KTT ASEAN Kamboja lalu, diharapkan di Makassar nanti muncul sikap bersama bagaimana mengatasi itu," ucap Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Makarim Wibisono.

CAPDI adalah organisasi yang beranggotakan pemimpin dan mantan pemimpin negara, tokoh masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif, dan akademisi terkemuka se-Asia Pasifik. Lebih dari 20 negara tergabung dalam CAPDI.

Sejumlah tokoh pemimpin Asia akan hadir dalam konferensi diantaranya pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Perdana Menteri Malaysia, Muhammad Najib, dan mantan presiden Filipina.

Suara Pembaruan

Penulis: D-11/FMB

Sumber:Suara Pembaruan