Pencari suaka asal Iran

Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Moeldoko mengatakan kerjasama Indonesia-Australia soal pengungsi dan pencari suaka yang masuk sebagai "manusia perahu" ke Australia memang dihentikan sementara.

Hal tersebut buntut perseteruan kedua negara perihal penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah pejabat Indonesia beberapa saat lalu. Namun hal tersebut kata dia akan kembali diatur dalam code of conduct yang akan disusun yang meninjau kembali kerjasama kedua negara.

"Kita nyatakan setelah ada hubungan sedikit kemarin terganggu kita hentikan semua yang kaitan dengan intel dan operasi, operasi patroli bersama laut kan dihentikan," kata Moeldoko di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Kamis siang (9/1).

Namun Moeldoko tak bisa memberi kepastian rampungnya code of conduct pasca dibekukannya sejumlah kerjasama termasuk intelijen, operasi laut dan latihan bersama militer dengan Canberra itu.

"Nanti setelah ada code of conduct yang telah dirumuskan nah baru kita lihat kembali hubungan itu," kata dia.

Indonesia terdiri dianggap sebagai salah satu negara transit manusia perahu ke Australia. Indonesia pula diposisikan sebagai salah satu safe third country yang selama ini menerima "manusia perahu" yang dihalau dari perairan Australia.

"Jadi hubungan kita akan cair kembali, khususnya hubungan militer dan khusus lagi intel dan bidang operasi, setelah code of conduct disepakati," kata Moeldoko.

Penulis: Ezra Sihite/FMB