Ilustrasi
Tidak mudah menangkap sang mucikari

Seorang detektif swasta mengatakan perdagangan seks komersial di Singapura meningkat akhir-akhir ini.

Permintaan bantuan dari individu yang curiga pasangannya terlibat perdagangan seks, meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Di kawasan lampu merah Geylang, brotel dan hotel berjajar di lorong-lorong. Sunyi. Namun mereka bekerja secara online.

Hanya tinggal mengklik tuts, pengaturan kamar hotel dan pasangan intim, terselesaikan. Nyaman dan tanpa meninggalkan nama.

Layanan itu juga diiklankan dalam forum online. Konsumen potensial tinggal memilih calon pasangan, yang mempunyai profil lengkap termasuk data statistik dan nomor telepon.

Setelah tahap pemesanan selesai, pusat layanan mencatat jadwal, dan konsumen dapat kepastian soal hotel. Transaksi online selesai.

Klien yang mencurigai pasangannya terlibat dengan transaksi seks online, sebagian besar adalah kaum dewasa muda, yang sering mengunjungi website ilegal.

David Ng, direktur pelaksana DP Quest Investigation Consultacy mengatakan," Kami sering mendapat permintaan dari para istri yang mencurigai suaminya terlibat perdagangan seks online."

Seperti ditulis situs Channel News Asia, tahun lalu setidaknya ada empat sindikat perdagangan seks online dirazia.

Namun tidak mudah menangkap sang mucikari.

"Pergerakan transaksi seks online amat licin, sulit untuk menahan mereka. Hari ini pekerja seks berada dalam sindikat, besok digerebek, besoknya lagi dapat bekerja dengan bos yang lain," kata Ng.

Penulis: