Kembangkan Bisnis Gula, Linetrust Kucurkan Pinjaman US$ 93 Juta pada Kamuna Sugar Limited i

Kamuna Sugar Limited, sebuah perusahaan manufaktur gula asal India berkapasitas produksi sebesar 5.000 TCD menandatangani perjanjian pinjaman sebesar US$ 93 juta dalam bentuk utang dukungan aset jangka panjang dari Linetrust International Offshore Limited .

Oleh: Imam Suhartadi / IS | Rabu, 19 April 2017 | 17:00 WIB

Jakarta - Kamuna Sugar Limited, sebuah perusahaan manufaktur gula asal India berkapasitas produksi sebesar 5.000 TCD menandatangani perjanjian pinjaman sebesar US$ 93 juta dalam bentuk utang dukungan aset jangka panjang dengan Linetrust International Offshore Limited .

Kamuna beroperasi di daerah penghasil gula terbesar di India, yakni Uttar Pradesh. Sedangkan Linetrust merupakan trust fund jangka pendek yang berpusat di Inggris.

”Fajar era baru bagi skenario perekonomian India sedang terjadi dan seluruh dunia menjadi saksi atas transformasi mengagumkan ini. India, bersama dengan negara-negara yang termasuk dalam Brazil, Rusia, India, dan Tiongkok (BRIC), berpegang teguh untuk mengubah dinamika dunia. Kami di Linetrust akan menjalankan program kampanye Make in India yang diluncurkan oleh Narendra Modi. Pada fase awal itikad kerja kerasnya, Kamuna Sugar dapat menjadi salah satu produsen gula India terdepan,” kata Seeme Mukhtar, Direktur Linetrust dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (19/4).

Diketahui, India terus bertumbuh ekonominya dibawah pemerintahan Narendra Modi. Ditambah dengan pengaruh kepemimpinan Bharatiya Janata Party (BJP) yang kembali diperhitungkan di Uttar Pradesh, daerah terbesar di India.

Daerah Uttar Pradesh dipimpin Chief Minister Shri. Yogi Adityanath,pemimpin yang sederhana dan penuh inovasi sehingga membawa daerah ini berkembang makin maju di India.

Kepemimpinan Shri. Yogi Adityanath yang efektif dan efisien ini dirasakan Pradeep Kumar Asthana, seorang mantan perwira militer yang merupakan Managing Director dari Kamuna Sugar Limited .

Pradeep mendiskusikan permasalahan transformator listrik yang berjarak 11 km jauhnya dari pabrik gula dengan Shri. Yogi Adityanath.

“Penyelesaian yang dibutuhkan cepat, divisi engineer langsung ditugaskan Shri. Yogi Adityanath untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebuah panggilan via telepon. Transformator baru telah disetujui dan akan ditempatkan di seberang Pabrik Gula. Efisiensi semacam ini belum pernah dialami di daerah Uttar Pradesh. Hal ini menjadi salah satu pendorong era keemasan bagi daerah terbesar di India ini,” kata Pradeep.

Daxaban Parmar selaku Direktur Jethwa International menyebutkan, Narendra Modi-jii dan para pemimpin era baru seperti Shri. Yogi Adityanath, memungkinkan adanya pertumbuhan ekonomi yang signifikan di India.

Industri gula akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Kondisi pajak barang dan Jasa akan menolong sektor industri Gula.

Tantangan Berusaha

Asthana mengatakan, kendala terbesar yang dihadapi Kamuna adalah daya listrik dan pendanaan biaya rendah. Kendala itu akhirnya bisa diatasi setelah Pemerintah India memberikan dukungan tambahan daya listrik dan Linetrust membantu pendanaan biaya rendah.

Dukungan keduanya memungkinkan Kamuna akan mampu bertumbuh lebih baik pada ajangka panjang. “Perluasan CAPEX akan membantu produksi perusahaan, yang nantinya akan menambah marjin pendapatan. Kami akan mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan yang lebih besar sebagai dampak dari biaya produksi yang lebih rendah,” katanya.

Timothy Clark, Direktur dari Linetrust mengatakan, pinjaman terhadap Kamuna Merupakan bagian dari jerih payah perusahaan ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi India di era baru , sekaligus membantu perusahaan-perusahaan mempromosikan konsep Make in India yang dimulai oleh Narendra Modi.

Sundeep VN Singhania, selaku Direktur EquityDebt Consultants yang merupakan pilar penting Kamuna Sugar Limited berpendapat, sebagai sebuah institusi, pihaknya sangat menghargai perusahaan India yang menjadi bagian asosiasi dan ikut berpartisipasi mendorong pertumbuhan perekonomian India secara menyeluruh dengan menyediakan gula dengan kualitas yang lebih baik dengan harga murah.

“Keahlian kami pada bisnis gula ini akan membantu dalam memberikan solusi dengan nilai-nilai positif bagi industri gula secara jangka panjang,” katanya.

Mary Mam, bersama dengan Manoj Todi, pemegang saham dan direktur pasar hutang pembiayaan Linetrust International Offshore Limited Asean bertekad membantu penyaluran bantuan finansial pada perusahaan-perusahaan skala menengah hingga besar di Indonesia, karena hal ini dapat membantu peningkatan perekonomian negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Hal ini memungkinkan sektor manufaktur dan infrastrukturnya yang kini sedang melawan kenaikan biaya bunga dan peningkatan biaya bahan dasar yang mempengaruhi setiap lini bisnis yang berada di dalamnya, untuk terus maju dengan cepat,” kata Manoj.






Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT