Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyambut Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence untuk melakukan pertemuan bilateral di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 20 April 2017.

VIDEO: Wapres JK Katakan Indonesia Siap Bantu Misi Perdamaian di Asia

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyambut Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence untuk melakukan pertemuan bilateral di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 20 April 2017. (Antara/Rosa Panggabean)

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa Indonesia siap membantu dalam misi perdamaian di kawasan Asia. Hal itu diakui JK, ditegaskannya dalam pertemuan bilateral dengan Wapres Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence di Istana Wapres, Kamis (20/4).

"Hubungan di bidang politik, kita sama-sama (tahu) tentu bagaimana perdamaian di banyak negeri ini dan Indonesia siap untuk mempunyai peranan karena Indonesia sebagai negara Asean tidak mempunyai katakanlah suatu blok," kata JK.

Kemudian, dibicarakan perihal tukar-menukar informasi intelejen antar dua negara yang berlangsung dengan baik selama ini. Terutama, kaitannya dengan mencegah aksi terorisme.

"Juga (dibicarakan) bagaimana saling tukar informasi, apakah laporan intelejen, radikalime, terorisme. Itu juga hal yang kita bicarakan," ungkapnya.

Sebelum melakukan pertemuan bilateral dengan Pence, JK menekankan bahwa Indonesia tidak turut campur dalam ketegangan antara AS dan Korea Utara (Korut).

"ini kan kita Korea Utara yang negaranya arahnya tidak tahu mau bagaimana. Biarlah mereka menyelesaikannya. Kita kan berpengaruh juga, tapi ya masih cukup jauhlah," kata JK, Selasa (18/4).

Menurutnya, konflik antara AS dan Korut memang sudah berlangsung sejak lama dan masih berlangsung. Meskipun, kerap diwarnai dengan gencatan senjata.

"Korea memang serba sulit, baik keadaan Korut dan Korea Selatan (Korsel) juga, dilema tapi ini masalah yang sudah 60 tahun masalah itu. Jadi bukan masalah baru juga karena sampai sekarang itu mereka masih perang. Dalam arti posisi itu mereka hanya gencatan senjata saja, belum ada pengakhiran perang," ungkap JK.

AS memang berulang kali menyatakan dengan tegas penolakan terhadap rencana Korut mengembangkan teknologi nuklirnya.

Hingga pada 9 April, Angkatan Laut AS mengirim armada kapal tempur yang dipimpin oleh Kapal Induk USS Carl Vinsin mendekati Semenanjung Korea. Hal itu dilakukan sebagai respon atas peluncuran rudal balistik oleh Korut pada bulan Februari 2017.





Suara Pembaruan

Novi Setuningsih/CAH

Suara Pembaruan