Ingin Kuasai Maritim, Tiongkok Luncurkan Kapal Induk

Kapal Induk Liaoning milik militer Tiongkok melakukan uji coba misi tempur dalam foto yang dirilis Kementerian Pertahanan 25 Desember 2016. Latihan ini juga melibatkan pesawat tempur J-15 dan helikopter. (Xinhua)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Jumat, 28 April 2017 | 16:45 WIB

Beijing - Tiongkok meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dengan meluncurkan kapal induk produksi dalam negeri. Kapal ini disebut akan melindungi kepentingan Tiongkok di lautan. Meskipun demikian, Tiongkok berjanji kapal induk itu bukan untuk ekspansi.

Peluncuran kapal induk ini dilakukan saat meningkatnya ketegangan di Korea Utara dan kekhawatiran di regional atas Beijing di Laut China Selatan.

Berbicara selama kunjungan ke Jerman, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan bisnis dan rakyat Tiongkok telah tersebar di seluruh dunia, dengan jutaan orang-orang yang tinggal di luar negeri. Hampir 30.000 proyek bisnis yang didanai Tiongkok terdaftar di negara-negara lain.

"Dengan lingkungan yang baru ini, Tiongkok telah cukup alasan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional swadaya untuk secara efektif melindungi hak-hak yang adil yang semakin meluas di luar negeri," kata Wang,seperti dikutip dari situs kementerian pada Kamis (27/4).

Selama ini, Tiongkok hanya mempunyai satu kapal induk yang beroperasi,bernama Liaoning, yang dibeli dari Ukraina dan telah dimodifikasi.

Kapal baru buatan dalam negeri Tiongkok akan membawa pesawat tempur Shenyang J-15. Namun menurut para pengamat, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC di Tiongkok, kapal induk ini secara teknologi masih berada di bawah 10 kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Media pemerintah, tabloid Global Times menyatakan peluncuran ini mewakili tonggak bersejarah dalam pengembangan militer Tiongkok.

"Memiliki kapal induk yang dibuat dalam negeri juga menginspirasi. Tiongkok mengambil langkah-langkah nyata untuk menjadi kekuatan awal," katanya dalam satu editorial.

Para ahli mengatakan Tiongkok memerlukan sekurang-kurangnya enam kapal induk. Satu kapal induk ditempatkan di luar negeri, untuk memberi dukungan.

Tetapi para ahli mengatakan Tiongkok masih jauh dari mampu untuk menantang Amerika Serikat yang mengoperasikan 10 kapal induk dan berencana untuk membangun dua kapal lagi. AS juga memiliki pengalaman selama puluhan tahun beroperasi kapal induk.

Tidak seperti angkatan laut AS yang bertenaga nuklir, kedua kapal induk Tiongkok berdesain-Soviet hanya dapat memberikan pesawat-pesawat jet tempur lepas landas dari dek yang lebih pendek.

Tetapi Kapal induk Tiongkok tidak memiliki teknologi (katapel) yang kuat untuk meluncurkan pesawat seperti yang dimiliki kapal induk AS. Lagi pula kapal induk baru ini diperkirakan baru akan berfungsi penuh hingga 2020.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT