Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, akan mengunjungi Indonesia pada 22-24 Mei 2017.

Perjanjian Helsinki Jadikan Hubungan RI - Swedia Semakin Mesra

Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, akan mengunjungi Indonesia pada 22-24 Mei 2017. (Royal Central)

Jakarta - Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia akan mengunjungi Indonesia pada 22-24 Mei 2017. Kunjungan kenegaraan pertama dari Swedia tersebut, menunjukan mesranya hubungan kedua negara.

Duta Besar RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, mengatakan, hubungan kedua negara semakin membaik sejak 2009. Situasi ini berbeda dengan kondisi 20 tahun yang lalu.

"Kita selalu bermasalah sama politik dan HAM. Ini berubah karena perjanjian Helsinki pada 2005. Sekarang Indonesia jauh berubah, jadi negara demokratis dan maju secara ekonomi," ucap Bagas di Jakarta, Jumat (19/5).

Perjanjian Helsinki 2005 sendiri merupakan perjanjian damai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk menghentikan konflik di Aceh.

Ia mengatakan, kemesraan tersebut terlihat dengan kehadiran 9 perusahaan asal Swedia yang beroperasi di Indonesia, menciptakan 20.000 lapangan pekerjaan. Menurut Business Sweden, lanjut Bagas, FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri Swedia sebanyak US$ 78 juta pada 20016. Kemudian untuk ekspor Indonesia ke Swedia kebanyakan sandang pangan dan komoditas seperti kopi Gayo sebanyak US$ 145 juta dan impor sebanyak US$ 526 juta pada 2016.

"Kita mengimpor produk High End. Kita juga banyak mendapat tawaran beasiswa dari S1,S2 hingga Phd dari Swedia. Ini bukan hanya soal ekonomi tapi sdm juga dibangun disana," ucap dia.

Rencananya, Raja Gustaf akan mengunjungi Center for International Forestry Research atau CIFOR di Bogor, yang menangani soal perhutanan. Bagas mengatakan, kerjsama dengan CIFOR akan dibicarakan dengan Presiden yang merupakan sarjana kehutanan.

Kota Bandung juga akan disambangi Raja Gustaf dan bertemu dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Menurut Bagas, Raja Gustav melihat Ridwan Kamil sebagai inovator dan Bandung sebagai smart city.

"Ridwan Kamil juga akan ke Swedia pada Juli. Raja Gustaf juga akan mengunjungi Wisata Kota Tua dan Taman makam Pahlawan," kata Bagas.

Bagas mengatakan, Indonesia berharap kunjungan Raja dan Ratu Swedia ini akan bisa meningkatkan level kerja sama antara dua negara. Lagipula Swedia selama beberapa dekade menjadi pusat inovasi dan banyak produk serta teknologinya masuk ke Indonesia seperti IKEA dan merk baju H&M.

"Kita tidak akan melewatkan kesempatan baik ini untuk mendapat teknlogi-teknologi baru. Salah satu yang akan dicapai adalah letter of intent soal startup ekonomi kreatif Ini sedang kita gali lagi," ucap dia.

Saat ditanya apakah akan ada pusat teknologi Swedia di Indonesia untuk transfer teknologi, Bagas mengaku belum ada pemikran kesana tetapi tidak tertutup kemungkinan perkembangannya dapat menuju kesana.

"Saat ini fokus startup dulu di bidang seperti musik, film, art designer serta makanan," pungkas dia.



Investor Daily

Leonard AL Cahyoputra/FER

Investor Daily