Lima Hal Ini Pengaruhi Tatanan Negara di Dunia

Geopolitik, Arab Saudi dan Iran. (CNN)

Oleh: Novi Setuningsih / FER | Jumat, 19 Mei 2017 | 22:14 WIB

Jakarta - Pengamat politik dan keamanan internasional asal Australia, Alan Dupont, menyatakan, setidaknya ada lima peristiwa geopolitik yang mempengaruhi atau mengganggu tatanan negara-negara di dunia.

Pertama, munculnya Tiongkok sebagai kompetitor sejati dari Amerika Serikat (AS), sebagai negara yang sebelumnya menguasai politik dan ekonomi dunia. Kedua, adanya ketegasan sikap dari Rusia. Ketiga, adanya gangguan yang sedang melanda AS. Keempat, melemahnya kekuatan Eropa. Kelima, perpecahan di negara-negara Timur Tengah.

"Tidak lagi ada dominasi kekuatan AS. Lalu, perpecahan di Timur Tengah padahal penting peranannya secara geopolitik karena memiliki sumber energi," ungkap Alan, dalam Jakarta Geopolitical Forum yang digelar oleh Lemhanas di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (19/5).

Namun, Alan sendiri meyakini, Tiongkok yang saat ini tengah menunjukkan perannya, tidak akan menguasai dunia. Demikian juga, AS dan Rusia tidak akan menguasai dunia.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, risiko geopolitik meningkat dua kali lipat selama 17 tahun terakhir. Terutama, pascaperistiwa pengeboman World Trade Center (WTC) di Manhattan, New York, AS, pada 9 Nopember 2001.

Lebih lanjut, Alan mengungkapkan bahwa kekacauan tatanan negara di dunia yang belakangan terlihat di sejumlah negara, termasuk Indonesia akan berlangsung lama jika terus dipengaruhi oleh adanya konflik.

Namun, ia mengingatkan bahwa AS akan bangkit pada pertengahan pemerintahan Donald Trump atau setidaknya pascapemerintahan Trump.

"Merosotnya ekonomi Eropa akan sulit untuk diperbaiki. Tetapi, kekuasaan Amerika akan menguat pasca Trump," ungkapnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT