Operasi SAR untuk 6 WNI Kru Kapal di Malaysia Terus Dilakukan i

Ilustrasi kapal tenggelam.

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WBP | Sabtu, 17 Juni 2017 | 11:49 WIB

Johor Bahru - Otoritas Malaysia terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) untuk enam warga negara Indonesia (WNI), kru kapal MT Putri Sea yang terbakar dan tenggelam, Kamis (15/6). Upaya itu dilakukan oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (Malaysian Maritime Enforcement Agency/MMEA) Wilayah Selatan dengan mengerahkan 50 petugas dari MMEA, polisi laut, dan angkatan laut dalam tujuh perahu.

Kapal MT Putri Sea yang tenggelam di wilayah Malaysia, terdaftar di Pelabuhan Malabo, Khatulistiwa Guinea, Afrika Tengah. Kapal sepanjang 46,4 meter itu memiliki enam kru yang semuanya WNI berusia antara 28-39 tahun.

“Keenam WNI diperkirakan oleh otoritas Malaysia telah berhasil keluar dari kapal sebelum tenggelam, namun belum diketahui keberadaan dan kondisinya saat ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, Sabtu (17/6).

Menurut Arrmanatha, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru terus berkoordinasi dengan otoritas di Malaysia untuk mendapatkan data agen dan perusahaan kapal. “Kapal MT Putri Sea awalnya terbakar dan terus tenggelam,” katanya.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, menambahkan peristiwa itu awalnya dilaporkan Kamis pukul 04.56 waktu setempat oleh Penjaga Pantai Kepolisian Singapura kepada MMEA.

“Kapal tersebut diperkirakan terbakar setelah terjadi ledakan di ruang mesin dan kemudian tenggelam di perairan sekitar 4,6 mil laut dari Pangerang, Johor,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan KJRI Johor Bahru terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait insiden itu.

“Selain itu, Kedutaan Besar RI Singapura juga telah diminta stand by jika ada laporan atau aduan adanya awak kapal yang ditemukan terbawa arus ke Singapura,” ujar Iqbal, merujuk lokasi kejadian yang terjadi diantara perairan Malaysia dan Singapura.

Media Malaysia, Bernama, menyebut identifikasi enam WNI yang hilang adalah Akhmad Faharuddin (35), Muhamad Heri Hernanda (28), Raden Abdur Rahem (31), Rendy Alamanda (28), Sulkifli (39), dan Yohanis Sumari (35).




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT