PKS kepada Trump: Cabut Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel!

PKS kepada Trump: Cabut Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel!
Massa melakukan aksi damai untuk Palestina di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, 8 Desember 2017. Aksi tersebut sebagai bentuk sikap protes atas kebijakan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. ( Foto: Antara / Rivan Awal Lingga )
Yustinus Paat / FMB Minggu, 10 Desember 2017 | 23:29 WIB

Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengungkapkan akan melayangkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Isinya, PKS mendesak Trump cabut pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Tadi pagi, saya menyelesaikan surat terbuka kepada Donald Trump yang akan disampaikan besok ke Kedubes. Kami menuntut dalam surat itu agar pemerintah AS menyadari kesalahannya, dan Presidennya mencabut putusannya," tegas Sohibul Iman dalam orasinya di hadapan massa kader dan simpatisan PKS di depan Kedutaan Besar AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Ahad (10/12).

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan dalam suratnya, bahwa dulu Yerusalem menjadi kota yang damai saat dipimpin pemimpin Muslim. Namun ketika Inggris datang seolah-olah sebagai pemilik tanah Palestina, dia berikan sebagian tanah Palestina kepada Yahudi. Sejak saat itu terjadi berbagai gejolak dan polemik. Donald Trump justru semakin memberikan bensin atas konflik yang terjadi.

Menurutnya, klaim sepihak AS tentu saja melanggar kesepakatan dunia lewat resolusi PBB. Bahkan lebih penting lagi, arogansi sepihak AS jelas merusak proses perdamaian yang telah dirintis berpuluh-puluh tahun agar rakyat Palestina mendapatkan hak kemerdekaannya atas Yerusalem atau Baitul Maqdis.

"Mudah-mudahan respons positif diberikan oleh pemerintah AS, dan kita yakin sebagian besar dari masyarakat AS tidak suka dengan keputusan Presidennya sendiri," imbuh Sohibul Iman.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE