Malaysia Tolak Klaim Sabah Jadi Negara Federal Filipina ke-13

Malaysia Tolak Klaim Sabah Jadi Negara Federal Filipina ke-13
Turis asing di Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia ( Foto: National Post )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 1 Februari 2018 | 17:44 WIB

Kuala Lumpur - Malaysia menolak sebuah usulan oleh seorang anggota komite Pemerintah Filipina untuk mengamandemen Konstitusi Filipina dengan memasukkan Sabah sebagai negara federal ke-13 Filipina.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman lewat pernyataan pers, Rabu (31/1), mengatakan pemerintahnya menyadari pernyataan oleh Aquilino Pimentel Jr, seorang anggota Komite Konsultatif Filipina, yang muncul di media untuk mengklaim Sabah baru-baru ini.

“Pemerintah Malaysia menegaskan kembali posisinya bahwa Malaysia tidak mengakui dan tidak akan mempertimbangkan setiap klaim dari pihak apa pun atas Sabah. Sabah diakui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan masyarakat internasional sebagai bagian dari Malaysia sejak pembentukan Federasi pada 16 September 1963,” kata Anifah.

“Oleh karena itu, pernyataan semacam itu hanya akan mengungkapkan ketidaktahuan akan sejarah dan hukum internasional dari mereka yang membuatnya, dan juga berpotensi membahayakan hubungan bilateral sangat baik yang dinikmati Malaysia dan Filipina saat ini,” tambah Anifah.

Aquilino Pimentel Jr adalah salah satu dari 25 anggota komite konsultatif pemerintah yang bertugas meninjau dan mengajukan amandemen atas Konstitusi Filipina tahun 1987. Sebuah usulan utama adalah mengubah model pemerintahan saat ini dari kekuasaan yang terpusat ke sistem pemerintah federal.

“Seharusnya ada cara yang bisa diterima di bawah hukum internasional untuk mengaskan klaim kita atas Sabah,” kata Pimentel yang juga seorang bekas senator kepada jaringan televisi ABS-CBN, Selasa (30/1).

Usulan Pimentel untuk pemerintah federal baru termasuk 12 negara federal, yaitu Luzon Utara, Luzon Tengah, Luzon Selatan, Bicol, Visayas Timur, Visayas Tengah, Visayas Barat, Minparom, Mindanao Utara, Mindanao Selatan, Bangsamoro, dan Metro Manila. Menurutnya, pemerintah bisa menambahkan Sabah sebagai negara federal ke-13 nantinya.

Pada 2013, sekitar 200 laki-laki dari Filipina Selatan mendarat di Sabah dan memerangi pasukan keamanan Malaysia selama lebih dari satu bulan dalam upaya merebut klaim kuno atas wilayah Kesultanan Sulu. Puluhan orang tewas dalam peristiwa itu, setidaknya dua petugas polisi Malaysia dipenggal kepalanya oleh orang-orang Filipina Selatan itu.

Sabah di Pulau Kalimantan bergabung dengan Malaya, Sarawak, dan Singapura untuk membentuk Malaysia pada 1963. Lalu, Singapura mengeluarkan diri dari Malaysia pada 1965.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE