Najib Geram Dituduh Sewa Pembunuh Bayaran

Najib Geram Dituduh Sewa Pembunuh Bayaran
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (tengah), memberi penjelasan kepada pers setelah menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir September 2018. ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 3 Oktober 2018 | 15:10 WIB

Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, geram karena terlibat dalam kasus pembunuhan Wakil Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anthony Kevin Morais. Najib disebut menawarkan uang sebesar 3,5 juta ringgit Malaysia (RM) atau Rp 12,7 miliar kepada terdakwa S Ravi Chandaran (47), untuk mengaku sebagai pembunuh bayaran. 

“Tawaran itu dibuat melalui seorang petugas penjara, pada Februari 2018,” kata Ravi, di Pengadilan Tinggi Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (2/10).

Menanggapi pengakuan Ravi, Najib menyebut tuduhan itu “menggelikan” dan “merugikan”. Dia menyindir semua orang karena menyalahkannya atas “semua hal” yang bahkan tak ada sangkut paut dengan dirinya.

Najib menyebut bahwa orang-orang Malaysia kini senang mengarahkan kesalahan padanya. Secara sarkasme, dia bahkan menyebut orang Malaysia juga menyalahkannya karena cuaca buruk. 

“Semua tuduhan kepada saya semakin liar belakangan ini. Sangat mudah bagi semua orang mengatakan 'itu salah Najib'. Harga tidak turun? Salah Najib. Manchester United (klub sepak bola Inggris) kalah? Salah Najib. Jika hujan besok dan Anda terlambat ke kantor? Salah Najib,” ujarnya lewat akun Facebook.

Di luar tuduhan kepada Najib, Ravi juga mengklaim diberi tawaran uang sebesar 2 juta RM (Rp 7,2 miliar) dari putra bungsu Morais, Richard, untuk mengaku bersalah. Sebelumnya, Ravi mengaku di pengadilan bahwa dia ditawarkan 1,5 juta RM (Rp 5,4 miliar) oleh ahli patologi tentara R Kunaseegaran untuk mengakui pembunuhan itu.

Saat pemeriksaan silang oleh pengacara patologi itu, Ravi setuju bahwa total uang yang ditawarkan kepadanya mencapai sekitar 7 juta RM. Ravi membantah ketika disebut telah mengarang cerita itu. Ketika ditanyakan apakah ahli patologi itu memerintahkannya untuk membunuh Morais, Ravi menjawab “tidak”.

Jenazah Morais ditemukan dalam satu drum berisi beton pada September 2015. Menurut editor dari media Sarawak Report, Clare Rewcastle Brown, Morais adalah jaksa yang ditugaskan menyelidiki Najib atas penyalahgunaan dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Namun, badan anti-korupsi Malaysia membantah hal tersebut, menyebut bahwa Morais menangani kasus lain yang melibatkan seorang kolonel militer yang diduga memalsukan klaim.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE