Hadapi 17 Dakwaan, Istri Najib Mengaku Tak Bersalah

Hadapi 17 Dakwaan, Istri Najib Mengaku Tak Bersalah
Rosmah Mansor (tengah), istri mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, tiba di Badan Anti-Korupsi, Putrajaya, Malaysia, untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (26/9). ( Foto: Dok SP )
Jeanny Aipassa / JAI Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:57 WIB

Kuala Lumpur - Rosmah Mansor, istri mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, mengaku tidak bersalah setelah menghadapi 17 dakwaan terhadapnya di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/10).

Rosmah didakwa melakukan tindak pencucial uang senilai 7 juta ringgit atau sekitar Rp 25,634 miliar, termasuk menerima hasil kegiatan ilegal, serta kegagalan untuk menyatakan pajak penghasilan. Seusai mendengar dakwaan yang dibacakan jaksa, Rosmah (66) mengaku tidak bersalah dan meminta dibebaskan dengan membayar jaminan.

Rosmah ditetapkan membayar jaminan sebesar 2 juta ringgit atau sekitar Rp 7,324 miliar, dimana 500.000 ringgit atau Rp 1,831 miliar harus dibayar pada Kamis ini, dan sisanya dibayar pada 11 Oktober 2018. Rosmah juga diminta menyerahkan paspornya dan tidak diizinkan untuk menemui saksi dari pihak penuntut.

"Larangan untuk menemui saksi karena terdakwa telah mendekati seorang saksi dengan permintaan untuk membuat pernyataan yang menguntungkan dirinya," kata Jaksa Agung, Gopal Sri Ram, di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Kamis. 

Pengacara Rosmah berpendapat untuk jaminan harus ditetapkan sebesar 250.000 ringgit, karena Rosmah telah menyerahkan paspornya. Tim kuasa hukum Rosmah juga berpendapat bahwa dalam kasus Najib Razak, suami Rosmah, uang jaminan yang diminta sebesar 2,6 miliar ringgit, tapi kemudian ditetapkan sebesar 3,5 juta ringgit atau sekitar Rp 12,817 miliar.

Dakwaan pencucian uang yang dihadapi Rosmah, membuatnya terancam hukuman penjara hingga 15 tahun penjara dan denda tidak kurang dari lima kali nilai dari hasil transfer ilegal.

Sebelumnya, Rosmah menghabiskan satu malam di tahanan setelah dia ditangkap Komisi Anti Korupsi Malaysia, pada Rabu (3/10). Diaa kemudian dibawa ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur untuk menghadapi sidang perdana pada pukul 08.30 pagi waktu setempat.

Penahanannya menyusul tiga putaran interogasi oleh pejabat anti-korupsi atas dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), dari mana pemerintah AS mengatakan lebih dari US$ 4,5 miliar telah disalahgunakan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE