Rosmah Terancam 15 Tahun Hukuman Penjara

Rosmah Terancam 15 Tahun Hukuman Penjara
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (tengah, depan), diikuti istrinya, Rosmah Mansor (berkerudung oranye), berjalan keluar dari Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, dengan pengawalan ketat petugas, Kamis (4/10). ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 5 Oktober 2018 | 15:11 WIB

Kuala Lumpur - Rosmah Mansor, istri mantan perdana menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, terancam 15 tahun hukuman penjara, terkait dakwaan pencucian uang dan menghindari pajak senilai lebih dari 7 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 25,6 miliar.

Rosmah telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Kamis (4/5). Jaksa penuntut umum melayangkan 17 dakwaan terhadap Rosmah karena dinilai melanggar Bagian 4 (1) Undang-Undang Anti-Pencucian Uang dan Anti-Pendanaan Terorisme dan Hasil dari Kegiatan Tidak Sah Tahun 2001 (Amla).

Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah Malaysia yaitu seorang mantan istri PM menghadapi dakwaan pidana. Rosmah mengaku tidak bersalah setelah mendengar dakwaan terhadapnya dan meminta penangguhan penahanan.

Jika terbukti bersalah, Rosmah tak hanya menghadapi hukuman penjara, tetapi juga denda sebesar lima kali lipat dari jumlah aktivitas terlarangnya atau sekitar 5 juta RM untuk masing-masing dakwaan.

Dengan 17 dakwan yang telah diajukan terhadapnya, total denda yang harus dibayar Rosmah diperkirakan mencapai 75 juta RM atau sekitar Rp 25 miliar.

Ketua tim jaksa penuntut Gopal Sri Ram mengajukan jaminan 10 juta RM dengan dua syarat, yaitu Rosmah menyerahkan paspornya dan tidak menghubungi saksi persidangan atau saksi potensial.

Namun, pengacaranya, Geethan Ram Vincent, mendesak pengadilan untuk menurunkan jumlah jaminan menjadi 250.000 RM (Rp 915 juta) dan menyatakan siap mematuhi syarat yang ditetapkan.

“Tujuan dari jaminan adalah menjamin kehadiran dan tidak seharusnya bentuk penghukuman,” kata Geethan.

Pengacaranya menambahkan Rosmah tidak memiliki pelanggaran sebelumnya dan dia baru pertama kali hadir di persidangan. Rosmah juga bersedia menyerahkan dua paspor yang dibawanya ke persidangan kemarin.

“Dia adalah istri dari mantan PM. Dia telah dipanggil oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia tiga kali (pada 5 Juni, 26 September, dan 3 Oktober) dan setiap kali tidak pernah mangkir dari panggilan dan sepenuhnya mau bekerja sama,” ujar Geethan.

Setelah sidang ditangguhkan, Rosmah langsung berjalan ke luar ruangan mendahului Hakim Azura Ali. Sidang kasus tersebut akan kembali digelar pada 8 November 2018. Rosmah dibawa ke pengadilan setelah sehari sebelumnya, Rabu (3/10), dia resmi ditahan Komisi Anti-Korupsi Malaysia.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE