Aktivitas Pencucian Uang Istri Najib Capai Rp 22 M

Aktivitas Pencucian Uang Istri Najib Capai Rp 22 M
Rosmah Mansor (tengah), istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, masuk ke ruang sidang Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/10). ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 5 Oktober 2018 | 16:13 WIB

Kuala Lumpur - Jaksa Penuntut Umum menuduh Rosmah Mansor terlibat dalam aktivitas pencucian uang dengan nilai mencapai Rp 22 miliar. Tuduhan itu, terdapat dalam dakwaan terhadap istri mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Kamis (4/10).

Dalam dakwaannya, jaksa antara lain menuduh Rosmah terlibat dalam aktivitas pencucian uang dengan menerima delapan transaksi berjumlah 1,64 juta RM (Rp 6 miliar) ke rekening banknya.

Sejak tanggal 21 Januari-12 Desember 2015, dia dituduh menerima 127 transaksi senilai total 3,85 juta RM (Rp 14 miliar) ke rekening yang sama.Lalu mulai tanggal 28 Januari-7 November 2016, dia juga menerima transaksi 510.000 RM (Rp 1,8 miliar).

Pada 29 Maret, dia menerima lima transaksi senilai total 30.000 RM (Rp 109,8 juta). Dakwaan lainnya adalah dia diduga gagal mengumumkan pengembalian pajak tahun 2014, 2015, 2017, dan 2018.

Rosmah yang memakai baju kurung berwarna oranye dan kerudung, tiba di gedung pengadilan pukul 8.28 pagi kemarin. Suaminya, Najib juga tampak hadir sekitar pukul 8.40 pagi. Pasangan itu lalu meninggalkan gedung pengadilan sekitar pukul 12.30.

Dia hanya memberikan senyum dan melambaikan tangan kepada ratusan wartawan yang menunggunya di lobi pengadilan. “Saya baik-baik saja. Saya mencintai kalian,” katanya sambil tersenyum.

Baik Rosmah maupun Najib menolak untuk menjawab pertanyaan para wartawan. Keduanya langsung berjalan menuju mobil hitam bermerk Proton dengan pengawalan polisi.

Perusahaan investasi 1MDB didirikan oleh Najib saat dia mulai menjabat PM pada 2009. Penyelidikan perusahaan itu telah dilakukan secara internasional termasuk melibatkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).

Suaminya, Najib, menghadapi 32 dakwaan pelanggaran kejahatan kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang terkait pengiriman uang 42 juta RM (Rp 153,8 miliar) dari bekas anak perusahaan 1MDB, SRC International, dan sebesar 2,28 miliar (Rp 8,3 triliun) dari 1MDB ke rekening pribadinya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE