Terlibat Kasus 1MDB, Otoritas AS Dakwa Jho Low

Terlibat Kasus 1MDB, Otoritas AS Dakwa Jho Low
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak bicara ke pers saat menghadiri sidang kasus skandal 1MDB di Kuala Lumpur, 20 September 2018. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 2 November 2018 | 11:44 WIB

New York- Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), Kamis (1/11), mendakwa pemodal Malaysia Low Taek Jho atau lebih dikenal sebagai Jho Low.

Dia dan dua bankir Goldman Sachs didakwa terkait kasus pencucian uang dari perusahaan pendanaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB). DOJ memperkirakan US$ 4,5 miliar (Rp 67,9 triliun) telah disalahgunakan dari 1MDB.

Salah satu bekas bankir Goldman, Roger Ng (51), ditangkap di Malaysia, sedangkan bankir lainnya Tim Leissner (48), telah mengaku bersalah karena melakukan persekongkolan untuk pencucian uang dan melanggar Undang-undang (UU) Praktik Korupsi Asing, serta setuju menyerahkan US$ 43,7 juta (Rp 659,6 miliar).

Lembar pernyataan dan dakwaan dari DOJ merinci garis besar skema dan menyebutkan banyak rekan persekongkolan yang disebut dengan kode atau label tertentu antara lain Pejabat #1 1MDB dan Pejabat #1 Abu Dhabi, sebagai tambahan untuk Pejabat #1 Malaysia, yang secara luas diyakini adalah mantan perdana menteri (PM) Najib Razak.

Jho Low, yang diduga sebagai otak dari skema pencurian miliaran dolar dari 1MDB, didakwa secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa). Dia dituduh bersekongkol dengan Roger Ng untuk melakukan pencucian uang miliaran dolar dari 1MDB.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE