Bohongi UMNO, Najib Razak Harus Minta Maaf

Bohongi UMNO, Najib Razak Harus Minta Maaf
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak bicara ke pers saat menghadiri sidang kasus skandal 1MDB di Kuala Lumpur, 20 September 2018. ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 5 November 2018 | 09:46 WIB

Petaling Jaya-Juru Bicara United Malay National Organization (UMNO) lewat harian Utusan Malaysia pada Minggu (4/11) mengeluarkan teguran langka kepada mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak. Dia mendesak Najib untuk meminta maaf kepada anggota partai karena berulang kali berbohong tentang sumber jutaan dolar yang diterima di rekening banknya.

"Najib harus meminta maaf kepada semua anggota UMNO karena kebohongan inilah yang sebenarnya telah menghapus kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan Barisan Nasional, yang akhirnya mengarah pada kekalahan partai," tulis surat kabar itu di bawah nama samaran "Awang Selamat" yang mewakili suara editorialnya.

Najib menghadapi berbagai dakwaan terkait dengan pencucian uang dan korupsi. Dia telah mempertahankan klaim bahwa beberapa US $ 700 juta yang diterimanya pada tahun 2013 adalah sumbangan oleh keluarga kerajaan Saudi untuk membiayai kampanye pemilihan umum UMNO pada tahun itu. Transaksi uang yang telah dikenal sebagai transaksi senilai RM2,6 miliar yang ditemukan di rekening bank pribadi Najib.

"Hal ini telah menyebabkan orang Malaysia, anggota UMNO khususnya, merasa tertipu karena selama ini mereka menerima penjelasannya bahwa uang itu adalah sumbangan dari pemerintah Saudi," kata Utusan, dalam komentar keras pertama terhadap Najib sejak kejatuhannya dari rahmat dalam pemilihan bulan Mei.

Surat kabar itu menyatakan tidak masuk akal bahwa mantan perdana menteri tidak tahu sumber asli yang terbukti berasal dari dari Tanore Finance Corporation.

"Apa yang lebih tidak logis adalah bahwa Najib tidak pernah mengambil inisiatif untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Saudi atau kepada Raja Abdullah secara langsung jika jumlah besar itu benar-benar merupakan sumbangan dari mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa "kebohongan" Najib akhirnya terpapar. selama wawancara baru-baru ini dengan Al-Jazeera.

"Tidak semua pencuri adalah pendusta, tetapi mereka yang berbohong biasanya adalah pencuri," kecam surat kabar itu.

Dalam wawancara Al Jazeera yang ditayangkan pada 27 Oktober, Najib mengatakan bahwa dia tidak memiliki rincian tentang sumber dana "sumbangan".

“Jadi ketika saya menerima dana, sejujurnya, saya pikir itu adalah sumbangan asli dan pada waktu itu, pengetahuan yang saya miliki didasarkan pada percakapan dengan Raja Abdullah,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE