Najib: Saya Bukan Pencuri dan Perampok

Najib: Saya Bukan Pencuri dan Perampok
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (tengah), saat tiba di Badan Anti-Korupsi, di Putrajaya, untuk menjalani pemeriksaan, pada Mei 2018. Pada Rabu (19/9), najim ditahan Badan Anti-Korupsi dan akan menjalani sidang di pengadilan pada Kamis (20/9) sore, pukul 15.00 waktu setempat. ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 7 November 2018 | 19:23 WIB

[PETALING JAYA] Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak membantah tuduhan yang menyebutnya telah berbohong tentang sumbangan 2,6 miliar ringgit (Rp 38,4 triliun) dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah Abdulaziz Al Saud.

Lewat siaran langsung selama 11 menit di media sosial Facebook, Selasa (6/11) malam, Najib mengawalinya dengan menegaskan dirinya tidak pernah berbohong tentang sumbangan itu.

Najib mengakui tidak mudah baginya untuk menjelaskan persoalan itu karena sudah dituntut di pengadilan. Namun, dia yakin bahwa pihaknya memiliki rincian lengkap dan saksi yang akan menjelaskan persoalan itu pada waktunya.

“Saya telah melayani rakyat dalam pemerintahan untuk waktu yang lama. Dan saya telah melakukan yang terbaik dan melayani sebaik mungkin. Saya yakin apa pun yang coba saya jelaskan di sini akan dapat menerangi persoalan dana yang saya terima,” katanya.

“Tidak ada seorang pun yang tidak akan terhina ketika diterpa berbagai macam tuduhan. Saya ingin menekankan bahwa saya bukan pencuri, perampok, atau penjahat,” tandas Najib.

Najib, yang juga merujuk pidatonya untuk anggota Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan warga Malaysia, mengklaim isu sumbangan itu dimanipulasi dan dipakai untuk berkontribusi bagi kekalahan Barisan Nasional (BN).



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE