Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jakarta - Sejak kewajiban pendaftaran fidusia ditetapkan, jumlah pendaftar di Papua semakin meningkat. Jumlah pendaftar yang sebelumnya hanya berjumlah hanya empat entitas, menjadi 400 entitas.

"Ternyata sejak dilaunch, penerbitan fidusia meningkat," jelas Kepala Divisi Tindak Lanjut Pengawasan Direktorat Pengawasan Pembiayaan OJK Tuahta A. Saragih baru-baru ini.

Saragih menjelaskan, peraturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/2012 ini cukup membuat repot Kementerian Hukum dan HAM. Sehingga Kemenkum HAM menyegerakan pendaftaran fidusia melalui online.

Proses pendaftaran sertifikat fidusia secara online ini, dilakukan sejak 5 Maret 2012 oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham.

Kepala Humas Ditjen AHU Sucipto memaparkan sistem pendaftaran fidusia secara online ini diluncurkan oleh Kemenkumham dalam rangka meningkatkan pelayanan Kementerian sesuai dengan amanat UU Pelayanan Publik.

Sistem pendaftaran online seperti ini dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sistem online bisa meminimalisir KKN, karena dalam melakukan pendaftaran sertifikat hanya bisa diakses notaris bersangkutan dengan pin dan user ID-nya. Jadi interaksi dengan petugas hampir tidak ada,” katanya.

Investor Daily

Penulis: GTR/YUD

Sumber:Investor Daily