Logo BRI

Jakarta – Dana pensiun (dapen) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membidik hasil investasi sekitar 10-11 persen tahun ini. Pada 2012, Dapen BRI telah membukukan hasil investasi sebesar Rp 1,1 triliun atau bertumbuh 11 persen.

Direktur Utama Dapen BRI, Yusuf Nawawi mengatakan, total dana yang diinvestasikan Dapen BRI yaitu mencapai sekitar Rp 11 triliun. Porsi terbesar terdapat di obligasi sebesar 40 persen. Kemudian saham 25 persen, reksa dana 14 persen, properti (tanah dan bangunan) 10 persen, deposito 8 persen, dan penyertaan saham di anak-anak usaha sebesar 3 persen.

“Kami akan naikkan porsi di saham menjadi 30 persen. Memang menurut ketentuan dari Kementerian Keuangan dan aturan dari pendiri membatasi maksimal porsi di saham 30 persen. Yang akan berkurang yaitu obligasi, baik obligasi pemerintah maupun korporasi,” kata Yusuf ketika ditemui di Gedung BRI, Jakarta, Senin (13/5).

Menurut Yusuf, porsi saham yang dinaikkan terkait dengan kondisi pasar modal yang cukup bagus. Sekadar informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum lama ini telah menembus 5.000. Sebab itu, Dapen BRI setiap tahunnya selalu berusaha menjaga pertumbuhan hasil investasi di sektiar 10-11 persen.

Sementara itu, Yusuf mengatakan, porsi deposito cukup kecil karena suku bunga deposito sudah turun cukup banyak. Dapen BRI menjaga porsinya di sekitar 1-3 persen. Sedangkan reksa dana akan dinaikkan ke sekitar 15 persen.

Yusuf mengungkapkan, aturan yang ada juga membatasi penyertaan saham ke anak-anak usaha maksimal 15 persen. Saat ini, terdapat penyertaan saham langsung Dapen BRI kepada 10 perusahaan, misalnya perusahaan asuransi jiwa PT Bringin Life, perusahaan konstruksi, dan perusahaan medis.

Kajian mengenai emas sebagai instrumen investasi baru yang bisa dipilih industri dapen dinilainya sebagai hal yang positif. Kendati saat ini masih dilarang, tapi secara historis menurutnya imbal hasil emas bisa mencapai 30 persen.

“Memang kalau ditanam di emas, ada anggapan bahwa itu tidak menggerakkan ekonomi. Tapi kami mengutarakan pendapat kami melalui asosiasi dapen,” kata dia.

Sedangkan dengan kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk jaminan pensiun yang akan diberikan Jamsostek pada 2014, kata Yusuf, tidak akan mematikan dapen-dapen yang ada. Pasalnya, BPJS hanya memberikan manfaat atau benefit yang bersifat minimal.

Saat ini, total peserta Dapen BRI mencapai 50 ribu, dengan 20 ribu di antaranya telah pensiun dan sisanya belum pensiun. Setiap tahunnya, Dapen BRI membayar pensiunan sekitar Rp 550 miliar. Sedangkan setiap tahun, total pensiunan bertambah sekitar 1.200 orang, dari total karyawan BRI saat ini sekitar 100 ribu orang.

Investor Daily

Penulis: GRC

Sumber:Investor Daily