Papan informasi yang menunjukan angka Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Mandiri Sekuritas, Jakarta

Jakarta - Tim Riset PT Mandiri Sekuritas memperkirakan, suku bunga deposito dan kredit akan meningkat sekitar 50 basis points (bps) hingga akhir tahun. Kondisi tersebut karena terpicu oleh tingkat inflasi yang meningkat setelah harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan.

Tim tersebut memperkirakan pemerintah segera mengumumkan kenaikan harga BBM sebesar 44 persen, pertama kalinya sejak 2009. Namun, Mandiri Sekuritas menilai, pertumbuhan kredit dan kualitas aset dinilai tidak akan terdampak signifikan.

“Inflasi diperkirakan bisa menyentuh level 8 persen (year on year/yoy). BI rate akan mencapai 6,25 persen atau naik kembali 25 bps pada Juli 2013,” tulis Mandiri Sekuritas seperti dikutip Investor Daily di Jakarta, Kamis (20/6).

Bank Indonesia (BI) sendiri telah menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 bps dari 5,75 persen menjadi 6,00 persen pada Rapat Dewan Gubernur bulan Juni 2013. Namun, inflasi inti diperkirakan tetap terjaga di level 5 persen.

Tim riset menilai, bank-bank akan mampu melalui kenaikan suku bunga, seperti yang terlihat dalam data historis. Pasalnya, baik bunga deposito maupun bunga kredit sudah disesuaikan ke level 200 bps pada kenaikan BBM tahun 2005 dan 2008 karena kenaikan inflasi saat itu.

Kenaikan bunga, kata tim riset, akan membuat pertumbuhan kredit melambat ke level 22 persen pada akhir 2013, dibandingkan 23 persen pada 2012. Pertumbuhan kredit terutama masih akan datang dari sektor korporasi dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Namun, diperkirakan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) akan meningkat ke level 2,0 persen pada akhir 2013, dibandingkan 1,9 persen pada akhir 2012.

“Kali ini, NIM perbankan akan stabil di level 6,6 persen. Sedangkan kenaikan bunga simpanan terutama akan terjadi di deposito berjangka, yang saat ini porsinya mencapai 45 persen dari total simpanan perbankan nasional,” pungkas Mandiri Sekuritas.

Investor Daily

Penulis: GRC

Sumber:Investor Daily