Direktur Utama PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib (kiri) bersama (dari kiri ke kanan) Direktur SME Max Kembuan, Komisaris JB Kendarto, Direktur Risk Cosmas Setiawan Suwono dan Direktur Operations & IT Joseph G Godong, menunjukkan logo baru Bank Mega, di Jakarta, Kamis (20/6). Logo tersebut merefleksikan tekad dan komitmen Bank Mega menyediakan jasa keuangan dan perbankan terbaik.

Jakarta - Kendati Bank Indonesia telah menaikkan BI rate untuk mengantisipasi inflasi, PT Bank Mega Tbk menyatakan belum akan menaikkan suku bunga depositonya dalam waktu dekat. Hal itu juga berdampak pada belum direncanakannya kenaikan suku bunga kredit.

"Kami masih melihat keadaan, seberapa besar dampak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), jadi bunga funding belum naik. Kalau bunga funding belum naik, bunga kredit juga belum. Kami melakukan efisiensi untuk mengimbangi," kata Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (4/7).

Direktur Funding Bank Mega Dony Oskaria menambahkan, pihaknya tidak terlalu fokus pada kompetisi di suku bunga, karena lebih menonjolkan benefit atau manfaat kepada nasabah.

Hal itu karena manfaat yang diberikan kemungkinan susah didapat dari bank lain. Manfaat tersebut yaitu berupa diskon dan promo di sejumlah merchant milik Grup CT Corpora, induk usaha Bank Mega.

"Misalnya diskon 5-10% di Metro, Carrefour, Trans Studio, dan lain-lain, itu nilainya lebih tinggi dibandingkan bunga deposito," ujar Dony.

Dia merasa optimistis nasabah simpanan tetap tertarik dengan Bank Mega dengan hanya ditawarkan manfaat-manfaat semacam itu, karena nasabah juga melakukan perhitungan untung-rugi.

Menurut Dony, potongan-potongan harga di sejumlah tempat yang sering dikunjungi nasabah Bank Mega secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan hanya mendapat bunga deposito.

"Kalau dia mengkonversi benefitnya, yang didapat itu lebih tinggi," tukas dia.

Saat ini, porsi antara dana mahal dan dana murah di Bank Mega sekitar 55-45%, sedangkan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) hanya sekitar 60%.

Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa Bank Mega sebenarnya berada dalam kondisi yang sangat likuid, jika dibandingkan dengan bank-bank lain yang LDR-nya hampir menyentuh 100%.

Menurut Dony, pihaknya memang tidak menggenjot kredit terlalu besar karena ingin tetap menjaga kondisi likuid yang cukup baik, sehingga pada akhir tahun LDR tidak akan lebih dari 70%. Dia mengakui, Bank Mega lebih memilih membayar penalti Giro Wajib Minimum (GWM) yang lebih tinggi akibat LDR yang rendah tersebut.

"Memang kebijakan setiap bank ‘kan berbeda-beda. Ini menunjukkan kami sangat prudent dan memerhatikan likuiditas. LDR Bank Mega tidak pernah lebih dari 70%," tukas dia.

Berdasarkan aturan Bank Indonesia, LDR ditetapkan dengan kisaran 78-100%. Jika sebuah bank memiliki LDR di bawah 78%, bank tersebut membayar GWM sebesar 8% ditambah penalti sebesar 0,2% dari total dana pihak ketiga (DPK) rupiah untuk setiap 1% kekurangan LDR.

Sedangkan jika LDR di atas 100%, bank tidak perlu membayar penalti berupa 0,2% dari total DPK rupiah untuk setiap 1% kelebihan LDR, jika memiliki rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di atas 14%.

Dony menambahkan, untuk urusan bunga deposito, pihaknya bukan merupakan yang tertinggi di antara bank sekelas (peer), bahkan sekitar 1% lebih rendah dibandingkan kompetitor.

Maksimal, bunga deposito Bank Mega yaitu batas atas bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebagai gambaran, untuk deposito senilai Rp 1 miliar, perseroan memberikan bunga sekitar 5,25-5,5%.

"Saat ini nasabah tabungan kami sekitar 450 ribu, akhir tahun diharapkan akan mencapai 560 ribu orang. Secara total, nasabah Bank Mega sekitar 2 juta lebih," pungkas Dony.

Dlam kesempatan yang sama, Bank Mega bekerja sama dengan PT Aetra Air Indonesia dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) untuk pembayaran tagihan air minum di wilayah DKI Jakarta. Bank Mega menyediakan layanan pembayaran elektronik (e-channel) menggunakan ATM, mobile banking, internet banking, dan autodebet.

Perseroan dalam waktu dekat berencana memperlebar layanan tersebut untuk pembayaran tagihan air minum di wilayah Bogor, Tangerang, dan Jawa Tengah.

 

Investor Daily

Penulis: GRC/FER

Sumber:Investor Daily