Gelar Rakernas, PNM Targetkan Peningkatan Layanan Nasabah

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Parman Nataatmadja memberikan pengarahan didampingi jajaran direksinya. (dok)

Oleh: Yudo Dahono / YUD | Jumat, 19 Mei 2017 | 18:44 WIB

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau dikenal dengan PNM mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2017 di Hotel Santika, Jakarta. Rakernas tersebut berlangsung pada 16-19 Mei 2017, dan dihadiri oleh pimpinan cabang, kepala bisnis, kepala remedial dan kepala operasi dari 63 Kepala Kantor Cabang PNM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM mengatakan, dalam Rakernas PNM 2017 dibahas beragam strategi baru yang bertujuan untuk meningkatan layanan kepada nasabah PNM program Unit Layanan Usaha Mikro (ULaMM). ULaMM merupakan layanan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) dengan disertai pendampingan dan pembimbingan usaha.

“PNM akan meningkatkan layanan kepada nasabah ULaMM dengan menerapkan sistem otomasi yang merupakan teknologi informasi yang akan mempercepat proses pendataan nasabah hingga pada proses pencairan dana pembiayaan nasabah.

Sebelumnya petugas ULaMM masih melalukan pendataan secara manual melalui komputer yang ada di kantor, kini petugas ULaMM dapat langsung melakukan pendataan langsung di lokasi nasabah berada,” kata Parman usai menutup acara Rakernas PNM 2017. Kegiatan Rakernas turut menghadirkan narasumber yang ahli dibidang pembiayaan UMKMK, yaitu Ardi Sutedja K, Chairman dan Founder Indonesia Cyber Security Form (ICSF).

Dalam Rakernas dibahas pula mengenai strategi PNM untuk mencapai target nasabah ULaMM, mengingat permintaan akan pembiayaan UMKMK sangatlah tinggi. PNM sebagai lembaga keuangan milik negara yang menjadi ujung tombak ekonomi kerakyatan berkomitmen untuk memberikan layanan seluasnya kepada pengusaha UMKMK.

ULaMM didukung dengan layanan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang memberikan pendampingan dan pembimbingan usaha kepada nasabah PNM. Kegiatan PKU difokuskan pada dua kegiatan, yaitu pelatihan nasabah yang memberikan pelatihan berupa pembukuan keuangan, branding, dan kiat-kiat usaha, serta klasterisasi yang merupakan pembinaan bersifat kluster didasarkan pada kesamaan produk dan kedekatan geografis. Kegiatan PKU merupakan kelebihan PNM yang membedakan dengan lembaga keuangan lainnya.

PNM hingga Januari 2017 secara akumulasi telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 19,4 triliun melalui program ULaMM. Program ULaMM melayani usaha mikro, kecil dengan memberikan pembiayaan yang disertai dengan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sebagai pembeda dengan pembiayaan sejenis yang disalurkan oleh lembaga keuangan lainnya. ULaMM saat ini telah memiliki 63 kantor cabang dengan 664 unit layanan yang melayani 302.829 nasabah di lebih dari 4.093 kecamatan di seluruh provinsi Tanah Air.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT