PNM Perkuat Nasionalisme Nasabah Mekaar

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja (kiri) menyampaikan paparannya dalam acara Forum Diskusi "Kebangkitan Bangsa Mempererat Persatuan" di Balai Sarwono Jakarta Selatan, Rabu 24 Mei 2017. (dok)

Oleh: Yudo Dahono / YUD | Kamis, 25 Mei 2017 | 11:45 WIB

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai badan usaha milik negara yang fokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha mikro kecil terus berusaha memperkuat rasa nasionalisme setiap nasabah program layanan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

“Rasa nasionalisme kita harus tingkatkan kembali, khususnya dalam menjalankan program Mekaar dimana PNM berusaha agar ibu-ibu yang mengikuti program Mekaar wajib berusaha dan tetap menjaga usaha, kerukunan dan tidak membedakan suku, ras dan agama serta membacakan Pancasila,” kata Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja melalui keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Kamis (25/5).

Hal tersebut diutarakan Parman dalam acara Forum Diskusi “Kebangkitan Bangsa Mempererat Persatuan” di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).

Menurut Parman, PNM menekankan untuk menjaga persatuan kesatuan dan kerukunan antar sesama golongan dengan berdasarkan Pancasila. Kadang-kadang kita tercerai berai sehingga kita harus tingkatkan rasa nasionalisme Indonesia. Dalam memberikan modal tanpa angunan, PNM menekankan nasabah Mekaar wajib membaca Pancasila dalam setiap kegiatan kelompok Mekaar.

”Hal ini kita lakukan dikarenakan kebinekaan bangsa Indonesia adalah Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa,” ungkap dia.

“Tapi hal yang kongkret yang harus kita lakukan adalah menjaga persatuan persatuan sehingga tercipta kerukunan dan kesejahteraan sosial, bahkan bahasanya kita gunakan bahasa paling bawah, account officernya lokal juga anak-anak mereka juga, kita mendidik rasa nasionalisme sehingga menjadi bersatu,” tambah dia.

Parman juga mengatakan di perbankan tidak dapat menyentuh kalangan supermicro karena mereka tidak bankable, serta mereka juga membutuhkan pembinaan kewirausahaan. Oleh karena itu, melalui PNM, kita membina daerah-daerah miskin dengan targetan agar mereka bisa mulai usaha yang dapat mensejahterakan. PNM mulai dua tahun lalu telah membina ibu-ibu miskin, hal ini dikarenakan ibu-ibu adalah piramid atau tulang punggung keluarga yang paling sensitif dengan faktor kemiskinan.

“Kedepannya apabila mereka sudah berkembang, PNM akan merubah mindset mereka agar berpikir lebih maju lagi. Jadi kita implementasikan dan mengubah paradigmanya agar mereka mau meningkatkan usahanya lebih besar lagi,” ujar dia.

PNM menargetkan mampu memiliki dua juta nasabah program layanan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di 2017. "Per Kamis (18/5) kami baru mencapai 792.221 nasabah Mekaar, dan untuk mencapai target dua juta tersebut kami baru bisa merasakan pergerakan cepat pada Juli nanti karena saat ini kami sedang melakukan persiapan pembukaan kantor dan pembinaan para pendamping," kata Parman.

Parman memaparkan sampai saat ini sudah ada 832 kantor cabang Mekaar yang aktif yang tersebar dari Aceh sampai Papua. "Untuk Indonesia bagian barat sampai saat ini sudah ada 750 kantor cabang yang aktif dan untuk Indonesia bagian timur ada 82 kantor cabang yang aktif," ujarnya.

Angka tersebut masih akan terus bertambah karena masih menunggu 165 kantor cabang yang akan segera aktif menunggu persyaratan serta karyawannya siap untuk berjalan.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT