Mandiri Catat Transaksi Repo Rp 40 Triliun

Mandiri Catat Transaksi Repo Rp 40 Triliun
Ilustrasi Bank Mandiri ( Foto: BeritaSatu Photo/David Gita Roza )
Nida Sahara / FER Jumat, 12 Januari 2018 | 21:02 WIB

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat volume transaksi repurchase agreement (repo) sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 40 triliun. Nilai tersebut sama dengan 14,3 persen dari volume transaksi pasar yang sebesar Rp 280 triliun. Bagi industri perbankan, repo merupakan salah satu cara untuk mendapatkan likuiditas secara cepat dengan merepokan surat berharga.

Senior Vice President Treasury Bank Mandiri, Farida Thamrin mengatakan, nilai transaksi repo tersebut meningkat 3,2 persen dari volume tahun sebelumnya Rp 38,77 triliun. Rata-rata transaksi repo perbankan sekitar Rp 1 triliun per hari, sedangkan yang tertinggi dalam satu hari pernah mencapai nilai Rp 5 triliun. Saat ini Bank Mandiri memiliki kesepakatan kerja sama dengan 55 bank, termasuk 3 bank asing.

"Kami lihat likuiditas perbankan relatif likuid, sekitar Rp 400 triliun akhir 2017. Sebenarnya bank punya banyak alternatif untuk mencari likuiditas, kalau punya surat berharga bisa direpokan," jelas Farida di Jakarta, Jumat (12/1).

Pihaknya memproyeksikan transaksi repo yang lebih tinggi tahun ini, karena rate repo lebih tinggi. Selain itu jaminannya juga bisa lebih aman, meskipun masih terdapat masalah dalam transaksi repo terkait kejelasan perjanjian.

"Kalau repo tidak bisa diprediksi tumbuh berapa, karena itu tergantung kondisi likuiditas bank. Tapi kami cukup aktif dalam transaksi repo, tidak hanya dari pasar uang saja tapi kami pilih repo juga karena rate yang menarik," ungkapnya.



Sumber: Investor Daily
CLOSE