Pesawat air asiaAirbus A330- 300 Air Asia . FOTO : AFP

Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dan PT Indonesia AirAsia (IAA) melakukan kerja sama pembayaran secara online melalui BII CoOLPAY (Corporate On Line Payment), solusi payment gateway berbasis internet. Di mana, dengan ini, bank asal Malaysia tersebut menyediakan solusi cash management kepada maskapai yang juga berasal dari Negeri Jiran tersebut, beserta rekanan biro perjalanan di Indoensia.

Presiden Direktur BII Dato’ Khairussaleh mengatakan, melalui BII CoOLPAY, biro perjalanan AirAsia dapat melakukan pembayaran tiket tanpa datang ke bank. BII CoOLPAY akan membuat proses bisnis antara BII, Air Asia dan biro perjalanannya lebih cepat dan efisien.

“Solusi ini juga memudahkan AirAsia dalam memantau pembayaran tiket dari biro perjalanan. Dengan fasilitas ini, AirAsia secara langsung dapat menerima laporan secara on line dan real time,” katanya dalam penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara BII dan Indonesia AirAsia di Jakarta, Jumat (15/2).

Ia menambahkan, solusi cash management selaras dengan misi perseroan yakni humanizing financial services di mana BII selalu berupaya untuk memberikan layanan dan solusi terbaik sesuai dengan kebutuhan nasabah dan mitra bisnisnya. Pada saat ini, tercatat sebanyak 6.000 nasabah yang menggunakan BII CoOLPAY.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia Dharmadi menyebutkan, per bulannya AirAsia Indonesia rata-rata membukukan pendapatan Rp 400 miliar dan itu akan bertambah hingga Rp 600 miliar seiring dengan penambahan jumlah pesawat. Adapun, 13% dari jumlah itu dikontribusikan dari pembelian tiket melalui biro perjalanan. AirAsia sendiri sudah bekerjasama dengan 1.500 biro perjalanan di Indonesia, dari total keseluruhan 4.000.

“Total penjualan Rp400 miliar perbulan dari 20 pesawat, nanti akan jadi Rp600 miliar  perbulan tambah dari penambahan pesawat,” tukasnya. Hingga akhir tahun ini, maskapai yang menguasai 42% pangsa pasar dalam dua tahun itu direncanakan akan menambah jumlah pesawat jenis Airbus sebanyak 31 dan lima tahun kemudian menjadi 70 armada.

Saat ini, dijelaskannya, pembelian tiket AirAsia melalui sistem internet booking meningkat cukup tajam dari 60% menjadi 87%. Pada tahun ini, pihaknya menargetkan bisa mengangkut sebanyak 85 juta penumpang, dari saat ini 70 juta penumpang yang mana 60 juta diantaranya merupakan penumpang domestik.

Untuk informasi, BII dan AirAsia telah memulai kerja sama strategis sejak 2011. Pada kerja sama awal, BII mendukung AirAsia dalam melakukan penjualan langsung tiket pesawat kepada pelanggan dengan menyediakan layanan BII e-commerce. Layanan BII e-commerce mendukung penuh pelanggan perorangan (end user) dari Indonesia untuk membeli tiket pesawat secara on line. Pada saat yang sama, Tune Hotels sebagai anak perusahaan AirAsia juga menggunakan Layanan BII e-commerce untuk mendukung nasabahnya melakukan pembelian voucher Tune Hotels.

Suara Pembaruan

Penulis: 0-2

Sumber:Suara Pembaruan