Seorang karyawan Bank Negara Indonesia menghitung uang rupiah di kantor Cabang BNI, Kementerian BUMN, Jakarta.

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan kinerja gemilang sepanjang tahun 2012, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 7,1 triliun, meningkat 22,41% dibandingkan tahun 2011 yang sebesar Rp 5,8 triliun.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, penyaluran kredit BNI sepanjang tahun 2012 mencapai Rp 200,7 triliun, tumbuh 22,8% dibandingkan tahun 2011 yang sebesar Rp 163,5 triliun.

Dalam penyaluran kredit, BNI menjaga agar dana yang mengalir harus mengarah ke sektor produktif. Oleh karena itu, pada tahun lalu, sebesar 74% dari total kredit BNI disalurkan ke sektor produktif, baik pada segmen korporasi, menengah, kecil, internasional, maupun ritel.

Peningkatan penyaluran kredit sebagai sumber pendapatan bunga, dan pendapatan operasional BNI lainnya yang mengontribusi pada pendapatan nonbunga (fee based income/FBI), menjadi penopang utama perolehan laba bersih tahun 2012.

Menurut Gatot, pertumbuhan kredit BNI telah mendongkrak pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 17,1% dari Rp 13,2 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 15,5 triliun.

Pendapatan nonbunga BNI tumbuh 11,1% dari Rp 7,6 triliun tahun 2011 menjadi Rp 8,4 triliun. Sumber utama pertumbuhan pendapatan nonbunga adalah provisi dan komisi. Dengan kedua penyangga tersebut, operating income BNI mampu menembus pertumbuhan 14,9% menjadi Rp 23,9 triliun.

“Dengan demikian, income yang kami capai ini sudah sustainable, karena pertumbuhan operating income sudah lebih tinggi dibandingkan peningkatan operating expense yang tumbuh 14,4%,” tutur Gatot saat menyampaikan paparan kinerja BNI di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (28/2).

BNI memang mendapatkan tekanan dari sisi imbal hasil (yield) kredit yang dikucurkan, karena turun tipis dari 11% menjadi 10,6% tahun 2012. Namun, perseroan mencatatkan penguatan dari semakin murahnya dana-dana yang terhimpun, terlihat dari penurunan cost of fund menjadi 2,7% pada 2012 dibandingkan tahun 2011 yang sebesar 3,5%.

Pertumbuhan laba bersih merupakan hasil inovasi yang terus dilakukan oleh BNI di berbagai lini, baik di sektor konsumer dan ritel, maupun business banking.

Pengembangan bisnis BNI, ujar dia, tidak berhenti pada jasa perbankan konvensional, seperti pemeliharaan rekening atau kredit, melainkan juga perbaikan kualitas pelayanan ekstra, seperti cash management hingga pembiayaan ekspor impor (trade finance). (teh)

Investor Daily

Penulis: TEH/FMB

Sumber:Investor Daily