Per November, BNI Salurkan Bansos Rp 7,1 T

Per November, BNI Salurkan Bansos Rp 7,1 T
Dari kanan: Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Jokowi, dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati pada acara Sosialisasi Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jakarta, 3 Desember 2018. ( Foto: BNI )
/ HA Senin, 3 Desember 2018 | 21:33 WIB

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (BNI) mendukung penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas oleh pemerintah.

Sampai dengan November 2018, BNI telah menyalurkan Bansos PKH kepada 4,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar pada 468 kota/kabupaten senilai Rp 7,1 triliun, menurut keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (3/12).

Untuk memberikan edukasi kepada KPM PKH, Presiden Joko Widodo, Menteri Sosial Agus Gumiwang, dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati hadir pada acara Sosialisasi PKH di Jakarta, Senin (3/12). Sosialisasi tersebut dihadiri oleh 1.725 orang terdiri dari 1.250 orang penerima PKH, 275 pendamping PKH DKI Jakarta, dan 200 pendamping Se-Jabodetabek.

Presiden mengatakan bahwa Bansos PKH dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu dan mendorong kemandirian KPM PKH. Dengan bantuan ini, diharapkan kelak mereka dapat tergraduasi dan tidak perlu lagi menerima bansos.

Sementara, Mensos Agus menjelaskan kenaikan bansos pada tahun 2019 terdiri dari bantuan tetap sebesar Rp 550.000 ditambah komponen yang ada di dalam setiap keluarga. Untuk keluarga yang memiliki anak bersekolah SD maka ada tambahan bantuan Rp 900.000, untuk SMP tambahannya Rp 1,5 juta, dan SMA sebesar Rp 2 juta.

“Apabila dalam keluarga tersebut ada ibu hamil atau ibu yang memiliki balita, maka indeks bantuan akan ditambah sebesar Rp 2,4 juta. Sementara apabila dalam keluarga tersebut juga terdapat lansia dan/atau penyandang disabilitas maka mendapat tambahan Rp 2,4 juta. Penyaluran PKH mulai tahun depan akan dimajukan menjadi pada bulan Januari dari jadwal reguler sebelumnya bulan Februari,” ujar Agus.

Adi Sulityowati yang akrab disapa Susi menyampaikan bahwa hingga bulan November 2018 ini, KPM penerima Bansos telah mencapai 99%. Khusus untuk DKI Jakarta, Bansos PKH telah disalurkan kepada 65.000 KPM dengan nominal Rp 113 miliar dan pencairannya telah mencapai 99%.

“Terkait dengan penyaluran Bansos PKH tahun 2019, saat ini kami dari BNI serta Bank Himbara lainnya telah siap untuk mensukseskan penyaluran bansos di tahun 2019. Pencairan bansos PKH non-tunai dapat dilakukan melalui Agen 46 BNI yang berada di dekat rumah KPM atau melalui ATM dan Kantor BNI atau melalui bank Himbara lainnya. Untuk itu BNI terus memperluas agen bank serta channel lainnya sebagai tempat atau sarana pencairan Bansos PKH sampai ke desa desa, guna lebih memudahkan KPM dalam mencairkan Bansos,” ujar Susi.

Fahmiyati, seorang warga Jatinegara mengatakan penarikan dana bantuan itu bisa dilakukan dengan lancar.

"Tiap tiga bulan sekali, kami dapat menarik uang Bansos PKH melalui ATM atau Agen 46 BNI yang berada di dekat rumah kami. Dana yang didapat langsung kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga. Di saat saya mengalami kesulitan ekonomi, uang PKH yang cair tiap tiga bulan sekali cukup membantu untuk pemenuhan kebutuhan sekolah anak,” ujarnya.



Sumber: PR
CLOSE