Ilustrasi polisi mengamankan  lokasi bentrokan antar warga. FOTO: ANTARA
Akibat bentrokan, dua orang terluka kena sabetan senjata tajam.

Ratusan anggota polisi dari Polres Sleman hingga siang ini masih berjaga di sekitar lokasi bentrokan massa yang terjadi di Jl Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY, sekitar pukul 02.00 WIB.

"Pengamanan di sekitar lokasi ini sebagai antisipasi dari berbagai kemungkinan pascabentrokan tadi pagi," kata Kapolsek Depok Barat Kompol Wachyu Tri Budi.

Menurut dia, pihaknya belum bisa memastikan pemicu bentrokan yang diduga melibatkan mahasiswa dari Indonesia bagian timur tersebut.

"Dugaan sementara bentrokan tersebut dipicu adanya salah paham. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan untuk penanganan lebih lanjut langsung diambil alih Polres Sleman," katanya.

Dia mengatakan, akibat bentrokan tersebut dua orang mengalami luka karena terkena sabetan senjata tajam. "Ada dua korban luka, satu dirawat di RS Ludiro Husodo dan satunya lagi di RSUP Dr Sarjito," katanya.

Dia mengatakan, kedua korban belum bisa dimintai keterangan. Namun dari informasi awal salah satu korban justru tidak mengetahui duduk perkara.
"Yang di Sarjito itu mahasiswa. Dia baru jalan keluar menyelesaikan tugas akhir dan tanpa tahu sebabnya langsung disabet pedang pada punggung," katanya.

Wachyu mengatakan, saat ini sudah enam orang warga dimintai keterangan sebagai saksi. "Mereka terdiri dari ketua RT, Ketua RW, dan beberapa warga yang ada di lokasi kejadian. Baru kami mintai keterangan saja," katanya.

Sementara itu pascabentrokan tersebut, warga di sekitar Jl Babarsari, Depok, Sleman bergotong royong membersihkan puing-puing rumah mereka yang rusak karena terkena lemparan batu.

Mereka juga mengaku kesal karena tidak mengetahui alasan ratusan mahasiswa yang berasal dari luar Yogyakarta tersebut tiba-tiba menyerbu dan merusak sejumlah rumah yang ada di sekitar jalan Babarsari.

"Banyak orang mengamuk dan merusak rumah. Mereka juga merusak rumah saya," ujar Udin warga sekitar yang rumahnya dirusak massa.

Sedangkan Anto, 25, yang memarkir mobil Toyota Avanza miliknya di Jl Babarsari bersama beberapa rekannya usai karaoke dan bersantai mengaku kesal dengan ulah massa tersebut. "Saya tidak tahu apa-apa, mobil diparkir pun jadi sasaran," katanya.

Penulis:

Sumber:Antara