Salah satu adegan film Abraham Lincoln: Vampire Hunter
"Beberapa politisi adalah vampir."

Film Abraham Lincoln: Vampire Hunter, dengan penulis skenario Seth Grahame-Smith dan sutradara Timur Bekmambetov rupanya ingin membuat sebuah alternatif tontonan yang berbeda di bioskop. Terinspirasi dari literatur gothic dan sejarah, film ini akan mengingatkan tentang perang saudara yang terjadi di Amerika Serikat. Dimana saat itu perjuangan hidup dan mati sangat terasa. Menariknya, Abraham Lincoln berperan sebagai kepala pemburu vampir.

Memang sedikit kontroversi, sebab hal tersebut menggambarkan bahwa sang presiden percaya dengan keberadaan vampir. Bahkan pemerannya, Benjamin Walker terpengaruh atas keberadaan vampir setelah memerankan film tersebut.

"Saya berpikir Timur (sutradara) benar-benar percaya ada vampir yang hidup di sekeliling kita," ujar Walker seperti yang dikutip situs Huffingtonpost sambil tersenyum. Sejujurnya, Walker juga rupanya memiliki obsesi yang sama dengan sang presiden, yakni bertemu dan memerangi vampir.

Namun sang sutradara sepertinya memiliki ide lain tentang vampir. Ada makna tersirat dalam film tersebut, yakni menjadi vampir bukan hanya masalah taring dan keabadian. "Ini sebuah metafora," ujarnya lebih lanjut.  "Dalam kenyataannya, ada banyak vampir yang bukan menghisap darah sesungguhnya. Mereka itu 'penghisap darah'. Mereka menggunakan orang lain sebagai sumbernya."

Menurut Bekmambetov, vampir-vampir tersebut ada di atara manusia saat ini. Ia menyindir, jika menjelang pemilihan presiden, para vampir tersebut mulai mengasah taring mereka. Hal tersebut diungkapkan Bekmambetov sebagai sebuah metafora makna vampir.

"Beberapa politisi adalah vampir," ujarnya. "Makna vampir tersebut, saya pikir tidak berubah sejak zaman Lincoln," imbuhnya.

Film Abraham Lincoln: Vampire Hunter sudah dirilis 22 Juni kemarin.

Penulis:

Sumber:huffingtonpost.com