Pelapor sudah melakukan visum yang menyatakan terdapat luka memar di tangan dan kaki, serta bekas sundutan rokok

Empat korban penganiayaan SMU Don Bosco, mendapatkan intimidasi di luar sekolah. Sembilan saksi akan dikonfrontir dengan korban dan dimintai  keterangannya besok.

"Para pelaku membawa korban ke tempat yang jauh dari pengawasan guru-gurunya. Di luar sekolah. Korban mengaku diancam jika melapor kepada guru," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Hermawan di  Mapolres Jakarta Selatan, Minggu (29/7).

Hermawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui apa saja peran para saksi yang diduga juga  merupakan pelaku. Guna mengetahuinya, sembilan saksi tersebut bakal  diperiksa, Senin (30/7).

"Kami belum tahu apa saja peran mereka. Makanya akan dilakukan pengembangan. Besok, rencananya sembilan saksi  akan diperiksa," tambahnya.

Selain dimintai keterangan, para sembilan saksi berinisial, AD, AK, AW, KA, RR, RJ, SA, SJ, dan GJ akan dikonfrontir dengan korban. Jika terbukti melakukan tindak pengancaman  dan intimidasi, maka akan segera dilakukan proses hukum.

"Apabila  terbukti melakukan pengancaman dan intimidasi terhadap adik-adik  kelasnya, bisa ditahan. Dapat dijerat pasal 170 atau pasal 80 KUHP  dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, ada dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap murid baru di SMU Don Bosco, Jakarta.

Orang  tua murid baru, Jonathan Ari S, membuat laporan pada Rabu 25 Juli 2012,  yang juga mewakili tiga rekannya, karena telah terjadi tindakan  penganiayaan.

Polisi dan pelapor sudah melakukan visum yang menyatakan terdapat luka memar di tangan dan kaki, serta bekas sundutan rokok. Kasus ini, sedang ditangani Polres Jakarta Selatan.

Penulis: