Asywarah Indah Sari Eka Putri Sakti, karyawati Bank Mualamat Sudirman. Korban pembunuhan sadis di Kalibata City.
Walau Kedubes simpan seluruh data warganya, cek nomor paspor harus dilakukan.

Pihak Kedubes India masih melakukan pengecekan terhadap identitas Mirza Nuruzzaman yang tewas tertabrak kereta, setelah membunuh  Asyawarah Indah Sari Eka Putri Sakti, 26, kekasihnya, di Apartemen Kalibata, Jaksel.

Menurut bagian informasi di Kedubes India, surat pemberitahuan dari Polda Metro Jaya mengenai kematian Mirza baru diterima hari ini. "Kami baru terima surat dari Polda Metro Jaya bahwa ditemukan korban meninggal dunia yang membawa paspor India bernama Mirza Nuruzzaman," ujar seorang staf Kedubes India yang tidak mau disebut namanya, kepada Beritasatu.com, hari ini.

Menurut staf tersebut, setelah mendapatkan informasi dari kepolisian, pihak Kedubes India baru akan melakukan pengecekan terhadap nama tersebut. "Kami memiliki data seluruh warga negara India yang berada di Indonesia. Tapi harus dicek dulu secara spesifik dari nomor paspornya," tutur sumber tersebut.

Dengan demikian, dia menambahkan, hingga saat ini pihak Kedubes India belum menemukan data lengkap mengenai Mirza, termasuk soal tujuan datang ke Indonesia dan pekerjaannya.

Diberitakan, Asywarah diketahui tewas dibunuh oleh calon suaminya yang berkebangsaan India, yaitu Mirza. Asywarah ditemukan tewas di Apartemen Kalibata City, Tower Borneo, lantai 16 CG, Pancoran, Jakarta Selatan.

Apartemen tersebut diketahui disewa Mirza. Pelaku pembunuhan itu akhirnya diketahui tewas setelah menabrakkan dirinya ke kereta api di wilayah Kalibata.

Mirza dan Asywarah berencana melangsungkan pernikahan pada 29 September 2012, setelah berkenalan dan menjalin hubungan selama sekitar dua bulan.

Penulis: