Bupati Garut, Aceng Fikri, ketika memberi keterangan tentang perceraiannya dengan FO di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/12).
Pengunjuk rasa mendukung pernikahan siri Bupati Garut, Jawa Barat, diwarnai kericuhan dengan pihak kelompok kontra di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (13/12).

Kericuhan itu bermula ketika ratusan orang dari massa Gerakan Reformis Islam (Garis) melakukan aksi kekecewaan terhadap pihak yang menentang tentang pernikahan siri.

Tiba-tiba ketua kelompok dari massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Garut mendatangi massa yang sedang melakukan orasi.

Ketua GMBI Garut bernama Ganda Permana itu berdiri diatas mobil bak terbuka di tengah kerumunan massa dan meminta pihak yang mencabut spanduk tuntutan GMBI kembali dipasang.

Namun permintaan ketua GMBI berambut panjang berpakaian hitam itu memicu emosi massa Garis hingga terjadi aksi penyerangan.

Aparat kepolisian yang melakukan penjagaan langsung mengamankan ketua GMBI tersebut dari kerumunan dan amukan massa Garis.

"Tidak tahu tiba-tiba saja dia (Ganda) ada di atas mobil, tapi untung dengan kesigapan kami langsung kami amankan dari amukan massa," kata salah seorang perwira polisi, AKP Agus AW saat melakukan pengamanan aksi.

Kedatangan massa Garis itu meminta pemerintah atau DPRD Garut tidak mempersoalkan pernikahan siri karena sudah sesuai dengan aturan ajaran agama Islam.

Massa menilai pihak yang tidak mendukung adanya pernikahan siri tersebut dinilai sudah menentang ajaran agama Islam.

"Kami bukan orang yang disuruh Bupati Garut, tapi kalau ada yang menentang ajaran Islam, kami siap maju untuk menegakan ajaran Islam," kata Ketua Umum Garis, H Chep Ernawan.

Dalam aksinya sejumlah massa mencopot seluruh spanduk yang dipasang di dinding gedung DPRD Garut bertuliskan tentang kekecewaan dan tuntutan terhadap Bupati Garut, Aceng HM Fikri.

Spanduk yang dipasang oleh berbagai kelompok massa itu, karena dalam tulisannya terdapat tidak setuju pernikahan siri yang dilakukan Bupati Garut.

"Pernikahan siri itu tidak menyimpang atau melanggar pidana," kata Chep.

Aksi Garis akhirnya bubar meninggalkan kantor DPRD menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil bak terbuka dengan mendapatkan pengawalan aparat kepolisian.

Penulis:

Sumber:Antara