Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Bagaimana sebuah gerakan dakwah yang mereka lakukan dalam itikad politik hasilnya tidak jadi teladan bagi umat Islam.

Jakarta
- Pendiri Partai Keadilan (PK) atau yang sekarang dikenal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mashadi, mendesak agar PKS segera dibubarkan karena dinilai hanya akan menjadi beban bagi umat Islam.

Dia mengatakan, elite maupun petinggi PKS perlu segera mendeklarasikan pembubaran partai berlambang bulan sabit kembar itu. Sebab, citra PKS sudah terpuruk pasca kasus dugaan suap impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

"Dengan kejadian kasus itu (kasus suap impor daging) harusnya PKS dapat segera mendeklarasikan pembubaran partai," katanya di Jakarta, Minggu (3/2).

Menurut mantan anggota Komisi I DPR ini, kasus yang menimpa Luthfi membawa dampak buruk bagi PKS. "Bukan hanya itu, para kader juga harus menanggung beban sejarah akibat dari tindakan yang mereka lakukan, dan ini tidak bisa dihapus satu atau dua generasi," tukasnya.

Dia menambahkan, kasus ini juga bakal menjadi beban bagi seluruh umat Islam. "Bagaimana sebuah gerakan dakwah yang mereka dalam lakukan itikad politik hasilnya tidak jadi teladan bagi umat islam," tandasnya.

PKS mengalami kegoncangan hebat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan presiden partai itu sebagai tersangka karena diduga berperan besar dalam kasus dugaan suap izin impor daging sapi.

Pasca pengunduran diri Luthfi, Majelis Syuro PKS kemudian menetapkan Anis Matta untuk menjabat sebagai Presiden PKS. Namun, banyak pihak yang ragu kalau kepemimpinan Anis dapat memulihkan citra partai dan mengembalikan soliditas kader PKS.

Pasalnya, nama wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu kerap disebut dalam kasus dugaan suap alokasi Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).

Penulis: /FEB