Ilustrasi rel kereta api
Loko itu untuk kebutuhan KAI; sisanya dipasarkan ke Asia Tenggara.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng Bombardier Transportation AG, perusahaaan dari Jerman, untuk melakukan perakitan TRAXX Asia Locomotives yang menggunakan tenaga diesel listrik.

KAI akan berpartisipasi dalam perakitan akhir TRAXX Asia Locomotives untuk memenuhi kebutuhan KAI, selain juga membidik pasar lokomotif di pasar Asia Tenggara.

Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Berlin, Ayodhia GL Kalake, mengatakan kerjasama tersebut direalisasikan setelah adanya penandatanganan MOU antara KAI dengan Bombardier Transportation AG yang dilakukan baru baru ini di Kantor Bombardier Transportation AG, Kassel, Jerman.

KAI diwakili Ignasius Jonan selaku Direktur Utama dan Bombardier Transportation AG diwakili oleh Ike Wennberg, President Locomotives, Light Rail Vehicles and Equipment Division.

Tindak lanjut dari kerja sama ini adalah pembentukan Joint Operation Agreement antara KAI dan Bombardier dan rencana pembukaan pabrik untuk perakitan akhir TRAXX Asia Locomotives di Surabaya, Jawa Timur, pada awal 2012.

Dubes RI, Dr. Eddy Pratomo, menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut dan menekankan kerja sama yang terjalin antara KAI dengan Bombardier Transportation tersebut sejalan dengan visi kerja sama bilateral Indonesia-Jerman.

Kerjasama bilateral tersebut disepakati dalam pertemuan Presiden RI dengan Presiden Jerman Christian Wulff, di Jakarta, beberapa waktu lalu, melalui pengembangan joint operation dan joint production produk yang bisa dikerjasamakan antar kedua negara.

Delegasi KAI dan sejumlah Staf KBRI Berlin juga mengunjungi fasilitas produksi untuk rangkaian kereta yang berlokasi di Hennigsdorf, sekitar 17 km dari pusat kota Berlin.

Mereka sempat meninjau secara langsung proses produksi dan pengujian (test) motor penggerak lokomotif dan kereta listrik yang diproduksi Bombardier Transportation AG.

Penulis: