Ilustrasi perkebunan kelapa sawit
Holding BUMN Perkebunan diharapkan dapat rampung dan mulai beroperasi pada 1 Maret 2012. Jika holding tersebut dapat beroperasi pada tanggal tersebut, maka laba BUMN perkebunan pada tahun ini diperkirakan dapat mencapai diatas Rp 5,3 triliun.

"Saya sih mau 1 Maret efektif dan saya sampaikan ke banyak pihak karena kalau mulai 1 Maret, laba perkebunan yang tahun lalu hanya Rp 3,6 triliun, paling sedikit Rp 5,3 triliun. Itu kalau asumsinya itu efektif pada 1 Maret, sekarang sedang kita kebut, sudah nggak ada masalah dan hambatan," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/2).

Dahlan menuturkan, dengan holding, kinerja BUMN perkebunan akan meningkat karena akan tercipta efisiensi dan sinergi yang lebih baik.

Nantinya, berdasarkan skema holding, rencananya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III akan menjadi induk perusahaan, sedangkan PTPN lainnya akan tetap berdiri seperti biasa namun berada dibawah PTPN III.

"Pemasarannya nanti akan ada diholding. Nanti nya, jumlah BUMN akan terpangkas kira-kira dari 141 BUMN  tinggal 115 BUMN," terang dia.

Dahlan menuturkan, BUMN perkebunan nantinya bahkan bisa membeli lahan perkebunan di luar Indonesia, seperti Malaysia dalam beberapa tahun mendatang jika sudah dapat memupuk laba diatas Rp 10 triliun. Saat ini, menurut Dahlan, dia pun sudah mengantongi nama-nama direksi yang akan duduk di kursi direksi PTPN III nantinya setelah pembentukan holding.

"Saya ingin sekali holding BUMN perkebunan terbentuk, sekarang sudah jadi nama-nama direksi, tetapi belum bisa saya sebut," tambah dia.

Setelah holding terbentuk, menurut Dahlan, pihaknya juga akan melihat  seberapa kuat holding perkebunan dan apakah IPO  dibutuhkan untuk PTPN VII dalam memenuhi pendanaannya. Pihaknya pun masih akan melihat apakah IPO sebaiknya dilakukan sebelum atau setelah revaluasi aset dilakukan oleh PTPN VII.

"Katakanlah misalnya PTPN 7 ingin perluas lahan dan ingin melakukan IPO untuk memenuhi pendanaannya, kita lihat harganya berapa, kalau menarik untuk BUMN ya kita IPO, kalau tidak menguntungkan dan pendanaan masih dapat dicukupi dari holding ya."

"Kenapa harus IPO. Meskipun izin IPO sudah dikantongi PTPN VII," tambah dia.
 

Penulis: