Ilustrasi logo PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III



PT Pelabuhan Indonesia II (PT Pelindo II) tengah memfinalisasi pendirian tujuh anak perusahaan  khusus (special purpose vehicle/SPV).

Pendirian tujuh SPV tersebut diharapkan bisa memuluskan langkah BUMN kepelabuhan tersebut menjadi operator pelabuhan berkelas dunia (a world-class port operator).

Ketujuh SPV itu adalah PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Port Logistic Institute, PT Maintenance Services, PT Marine Services, PT Multipurpose Services, dan PT Telecomunication Logistics Services yang merupakan perusahaan patungan dengan PT Telkom Tbk.

Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengungkapkan, pendirian anak usaha khusus akan memudahkan penciptaam efisiensi organisasi di tubuh perseroan. Saat ini dengan ditangani sendiri oleh PT Pelindo II, banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang kerap kali tidak sesuai dengan peruntukan keahlian.

"Jadi biarlah yang ahli di bidang petikemas akan berkumpul di satu perusahaan bernama PT Terminal Petikemas Indonesia, demikian juga yang ahli di bidang peralatan akan berkumpul di PT Maintenance Services, dan yang ahli di bidang pendidikan di PT Port Logistics Institute, jadi akan ada spesialisasi, kami nanti sebagai holding hanya akan melakukan pengawasan saja,” kata dia ketika Peluncuran Logo Baru dan Identitas Korporasi PT Pelindo II menjadi Indonesia Port Corporation (IPC) di Jakarta, hari ini.

Menurut RJ Lino, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia akan bergerak di bidang pengembangan infrastruktur pelabuhan, seperti di Pelabuhan Kalibaru Utara yang diganti menjadi New Priok, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Batam.

Sedangkan PT Terminal Petikemas Indonesia akan menjadi operator terminal petikemas yang akan mendirikan anak usaha dengan mitra dalam operasional terminal.

Sementara itu, PT Port Logistic Institute bergerak di bidang pendidikan yang menggandeng operator pelabuhan dari Belanda. PT Maintenance Services bergerak dibidang pengadaan peralatan dan perawatan kepelabuhanan, lalu PT Marine Services akan menangani proses pandu dan tambat kapal di pelabuhan, dan PT Mutipurpose Services akan menangani kegiatan terminal non-petikemas.

“Kalau enam anak usaha berbentuk SPV itu 100 persen adalah milik PT Pelindo II, maka kami juga tengah berupaya mendirikan perusahaan patungan dengan PT Telkom Tbk terkait implementasi Indonesia Logistic Community Services (ICLS) di lingkungan pelabuhan PT Pelindo II,” ungkap dia.


Penulis: /FEB