GE Menangi Tender Pengadaan 100 Lokomotif KAI

GE Menangi Tender Pengadaan 100 Lokomotif KAI
Sebuah kereta yang di penuhi penumpang sampai ke atap gerbong melintas stasiun Tebet, Jakarta, FOTO : AFP/ROMEO GACAD
Kamis, 23 Februari 2012 | 10:36 WIB
Sebanyak 10 lokomotif di antaranya dijadwalkan diterima PT KAI sampai akhir tahun ini.

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menetapkan General Electric, pabrikan lokomotif Amerika Serikat (AS), sebagai pemenang tender 100 lokomotif untuk memperkuat angkutan barang PT KAI di Pulau Sumatera yang digelar pada pertengahan tahun lalu.

PT KAI dan GE sudah meneken kontrak senilai Rp 4 triliun untuk keperluan itu.
 
Sekretaris Perusahaan PT KAI Sugeng Priyono mengungkapkan, untuk membiayai pengadaan 100 lokomotif tersebut, KAI mengandalkan pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar Rp 4,2 triliun. Sebanyak 10 lokomotif di antaranya dijadwalkan diterima PT KAI sampai akhir tahun ini.
 
"Dari target 144 lokomotif, sebanyak 100 lokomotif disuplai GE. Sudah ada nota kesepahaman (memorandum of  understanding/MoU) dan kontrak pembelian pada Januari kemarin, 10 unit akan datang sampai akhir tahun," kata Sugeng ketika dihubungi, hari ini.
 
Lokomotif itu adalah jenis double cabin, seperti yang dipersyaratkan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub selaku regulator. Saat  ini, total lokomotif yang dimiliki KAI sebanyak 320 unit, baik untuk KA barang maupun penumpang di Pulau Jawa dan juga Sumatera.
 
Sementara itu, untuk memperkuat angkutan barang, KAI juga telah dan tengah mengadakan 2.400 gerbong barang. Rinciannya, 1.200 gerbong batubara (KKBW) dalam tender PT Petrotama International dan pabrikan China dan 1.200 gerbong petikemas (PPCW) pemenang tender PT Industri Kereta Api (PT Inka).
 
"Saat ini gerbong barang kami sebanyak 4.000 unit, nanti bertambah 2.400  unit. Saat ini dari PT Inka sudah datang 300 unit," ujar dia.
 
Nilai kontrak pengadaan dengan PT Petrotama International yang menggandeng Babtou BeFang Chuangye Co Ltd (China) senilai Rp 720 miliar,  sedangkan kontrak untuk gerbong jenis PPCW ke PT Inka senilai Rp 540  miliar. Tender telah dimulai sejak awal 2010.


CLOSE