Nissan Juke
Bermasalah pada sensor tekanan bahan bakar
 
Mobil Nissan Juke, seperti yang dikendarai Olivia Dewi Soerijo dalam kecelakaan maut di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3) dini hari, diduga cacat produksi karena di Amerika Serikat jenis mobil ditarik kembali terkait masalah pada sensor tekanan bahan bakar.

Sebelumnya Olivia (17), tewas mengenaskan setelah Juke yang dikendarainya menabrak tiang reklame di depan Wisma Graha Tantana dan hangus terbakar. Olivia ditemukan tewas terbakar sementara rekannya, Joy Sebastian, bisa diselamatkan meski menderita luka bakar.

Ada pun Juke, mobil jenis crossover produksi Nissan, awal Januari lalu sempat menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat (NHTSA) menemukan masalah pada sensor tekanan bahan bakar.

NHTSA dalam situs resminya, seperti yang dikutip AP, menyatakan meski Juke telah memutuskan menarik kembali ebih dari 79.000 unit juke di AS, belum ditemukan laporan atau kecelakaan yang disebabkan oleh permasalahan itu.

Menanggapi kabar penarikan kembali itu Nissan, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Antara memastikan bahwa penarikan tersebut tidak berlaku untuk produk-produk Juke yang dipasarkan di Indonesia.

PT Nissan Motor Indonesia, agen pemegang merek Nissan di Indonesia, menjelaskan semua kendaraan Nissan yang dibuat di Indonesia tidak dilengkapi dengan Turbocharger,  tapi bertipe mesin HR15DE untuk Juke di Indonesia. Tipe yang mengalami penarikan ialah Juke yang bermesin tipe MR16DDT, model yang dilengkapi dengan Turbocharger

Sementara itu Polisi hingga kini sedang meneliti penyebab kecelakaan maut yang merengut gadis pemenang kedua Gadis Sampul 2010 itu. Dugaan awal, seperti yang disampaikan Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Miyanto kepada, mobil itu kehilangan kendali sehingga terjadi tabrakan.

Nissan Juke sendiri merupakan kendaraan yang populer di Indonesia. Pekan lalu NMI  mengumumkan penjualan Nissan Juke yang telah melampaui tiga kali lipat dari target awal yang ditetapkan sebesar 500 unit perbulan dengan dengan rata-rata penjualan 1,600 unit perbulan.

Penulis: