Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan. FOTO : ANTARA
Dahlan beralasan dirinya tidak mau ada kehebohan dalam pergantian direksi yang bisa menganggu kinerja perusahaan

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengklaim pergantian jajaran direksi PT Pertamina (Persero) suatu hal yang memang sudah direncanakan dan tidak secara tiba-tiba. Pergantian direksi tersebut dimaksudkan untuk menciptakan tim direksi yang kompak dalam Pertamina.
 
Dahlan beralasan dirinya tidak mau ada kehebohan dalam pergantian direksi yang bisa menganggu kinerja perusahaan. Ia melihat pengalaman pergantian sebelumnya yang sudah heboh enam bulan sebelumnya.
 
”Pergantiannya tidak diam-diam. Prosesnya sudah dua bulan. Sekarang proses tidak heboh itu perlu karena kalau direksi BUMN kelamaan heboh, tidak akan kerja. Pergantian yang akan datang seminimal mungkin kehebohannya,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan sembari duduk bersila di Kantor Presiden, hari ini.
 
Menurutnya, perombakan direksi Pertamina tidak melalui Tim Penilai Akhir dari pemerintah karena ini sudah disetujui dan hanya pada tataran direksi, bukan Direktur Utama. Apalagi, TPA diketuai oleh Presiden, sehingga jika presiden menyetujuinya, TPA juga pasti setuju.
 
Mantan Dirut PT PLN ini mengatakan dirinya saat pertama kali dipercaya menjadi menteri, mengajukan konsep kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa perlu ada pembentukan ”dream team” di setiap BUMN.
 
”Dream team itu intinya bagaimana agar BUMN maju dan BUMN tidak manu kalau direksinya tidak kompak. Untuk bisa kompak, harus terbentuk tim yang kuat,” ujarnya.
 
Oleh karena itu, dirinya melibatkan direktur utama BUMN untuk berdiskusi dan mengajukan nama-nama yang pantas masuk dream team agar tim kuat tercapai. Dari direktur utama, akan mengajukan nama dan Dahlan dan jajarannya akan memeriksa apakah ada masalah, jika tidak ada, akan disetujui.
.
Seperti diketahui Dahlan merombak jajaran direksi PT Pertamina melalui Surat Keputusan Nomor SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Persoran (Persero) PT Pertamina. Pengumuman yang dilakukan kemarin menyebutkan bahwa Dahlam mengangkat lima direksi baru untuk Pertamina.
 
Kelima direksi baru itu adalah Chrisna Damayanto sebagai Direktur Pengolahan menggantikan Edi Setianto, Hanung Budya Yuktyanta sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga menggantikan Djaelani Sutomo, dan Evita Maryanti Tagor sebagai Direktur SDM menggantikan Rukmi Hadi Hartini.

Selanjutnya, Luhur Budi Djatmiko sebagai Direktur Umum menggantikan Waluyo dan Hari Karyuliarto sebagai Direktur Gas. Jabatan direktur gas merupakan posisi baru.


Penulis: