Ilustrasi
Peningkatan laba bersih dalam RKAP 2012 akan ditopang dengan adanya pertumbuhan untuk pendapatan BUMN, dimana pada RKAP 2012 sebanyak Rp1495 triliun atau meningkat sekitar 7,78 persen dari pendapatan 2011

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan laba bersih dari perusahaan-perusahaan BUMN sebesar Rp145,565  triliun tahun ini atau meningkat sekitar 17,45 persen dari laba bersih 2011 yang tercatat sebesar Rp123,934 triliun.

Dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012, pencapaian tersebut akan diperkirakan akan disumbangkan oleh PT Pertamina dan PT PLN sebesar Rp36 triliun, BUMN perbankan sebesar Rp39,917 triliun, BUMN pubik non perbankan sebanyak Rp40,973 triliun, dan BUMN lainnya mencapai Rp28,674 triliun.

"Peningkatan laba bersih dalam RKAP 2012 akan ditopang dengan adanya pertumbuhan untuk pendapatan BUMN, dimana pada RKAP 2012 sebanyak Rp1495 triliun atau meningkat sekitar 7,78 persen dari pendapatan 2011 yang tercatat sebanyak Rp1387 triliun," kata Sekretaris Menteri BUMN, Wahyu Hidayat dalam konfrensi pers kinerja BUMN 2011-2012 di Jakarta, hari ini.

Namun dari nilai pendapatan tersebut, dalam RKAP 2012 diperkirakan PT Pertamina dan PT PLN sekitar Rp741,315 triliun atau turun sekitar 7,18 persen dari penjualan 2011 sebanyak Rp798,692 triliun.

"Ada penurunan sales pada PT Pertamina di tahun 2012 karena menggunakan asumsi Indonesian Crude Oil Price (ICP) sesuai dengan asumsi APBN P sebesar US$105 per barel yang lebih rendah dari realisasi ICP 2011 yang sekitar US$110 per barel," ujarnya.

Sementara untuk BUMN terbuka perbankan dalam RKAP 2012 sebesar Rp146,121 triliun atau tumbuh 15 persen sebanyak Rp127,061 triliun, BUMN terbuka non perbankan dalam RKAP sebesar Rp244,185 triliun atau tumbuh 15 persen dari 2011 yang tercatat sebanyak Rp212,335 triliun dan BUMN lainnya dalam RKAP sebanyak Rp364,066 triliun atau tumbuh sekitar 45,87 persen dari realisasi 2011 yang tercatat sebesar Rp249,578 triliun.

Wahyu mengatakan, beberapa langkah yang akan dilakukan Kementerian BUMN dalam merealisasikan RKAP 2012 antara lain melakukan efisiensi di segala bidang.

"Selain itu juga akan diselaraskan dengan kemampuan perusahaan dan banyak cara lain yang akan dilakukan BUMN untuk berhemat dan meningkatkan laba bersih," tuturnya.


Penulis: /FEB