Pertamina Pastikan Kelangkaan BBM Brexit 2016 Tak Terulang

Pertamina Pastikan Kelangkaan BBM Brexit 2016 Tak Terulang
Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar menyapa salah satu awak truk tangki di Depot BBM Plumpang, Jakarta Utara pada Kamis 22 Juni 2017 malam. ( Foto: SP/Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Jumat, 23 Juni 2017 | 08:28 WIB

Jakarta- PT Pertamina (Persero) memastikan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti yang terjadi pada arus mudik di Tol Brebes Exit (Brexit) tahun 2016 tidak akan terulang pada arus mudik Lebaran 2017. Berbagai persiapan dan antisipasi dilakukan perusahaan plat merah itu untuk memastikan kebutuhan warga baik BBM maupun gas elpiji (LPG) tercukupi.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Muchamad Iskandar mengatakan antisipasi yang dilakukan Pertamina dengan menambah stok BBM di titik-titik jalur mudik yang rawan kemacetan terutamanya di jalan tol.

"Tahun lalu antisipasi menggunakan motor, sekarang kita lebih siap, titik kemacetan di tol itu kita siapkan pos pengisian mobile dengan sepeda motor. Total ada 24 armada di dalam tol, di luar tol itu ada 4 armada di setiap SPBU," ujar Iskandar, di Terminal BBM Depot Plumpang, Jakarta Utara, Kamis (22/6) malam di sela pemberian bingkisan dan santunan kepada operator awak mobil tangki (AMT) yang tetap bertugas selama libur Idul Fitri 1438 H itu.

Selain itu, Pertamina menyiapkan 10 titik peristirahatan Serambi Pertamax dengan berbagai fasilitas, 9 mobil dispenser mobile, 83 sepeda motor Satgas BBM, dan 50 titik Kios Pertamax dengan harga sama seperti layaknya di SPBU.

Di sisi lain, dia mengatakan, distribusi volume terminal BBM terbesar milik Pertamina di Depot Plumpang yang melayani 876 SPBU di Jabodetabek, Sukabumi dan Puncak meningkat 2,7 persen sejak 10 Juni lalu dari biasanya sebesar 14.800 kiloliter (KL) per hari.

"Peran Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III tetap membantu wilayah di perbatasan MOR IV Jawa Tengah yang menjadi pusat arus mudik di Pulau Jawa," kata dia.

Menurut dia, penyaluran BBM sejak H-15 hingga H-4 naik 7,15 persen dengan kenaikan terbesar di Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Sumatera Barat. "Adapun konsumsi LPG aman, meski aktivitas memasak masyarakat meningkat sebesar 9 persen dari konsumsi hari biasa.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE