Dirut PNM Raih Penghargaan Pembina UKM Terbaik

Dirut PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Parman Nataatmadja (kanan) saat menerima penghargaan sebagai Pembina UKM Terbaik dalam UNS SME's Summit and Award 2017 dari Rektor UNS Prof DR Ravik Karsidi M.S, Jumat 14 Juli 2017. (istimewa)

Oleh: Yudo Dahono / YUD | Jumat, 14 Juli 2017 | 20:54 WIB

Solo - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Parman Nataatmadja menerima penghargaan sebagai Pembina UKM Terbaik dalam UNS SME's Summit and Award 2017. Penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Studi Pendampingan Koperasi UMKM Universitas Sebelas Maret Solo (PSP-KUMKM) di Gedung UNS Inn-Solo, Jumat (14/7).

Ketua Panitia UNS SME’s Summit and Awards 2017, Kunto Adi mengatakan, usulan penerima award tersebut berasal dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) dan Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM, LPPM-UNS, Solo.

Kunto melanjutkan, tujuan UNS SME’s Awards adalah memberikan penghargaan atas kinerja individu, perusahaan atau instansi, lembaga pemerintah maupun BUMN, dan swasta dalam pemberdayaan koperasi serta UMKM. Penganugerahan UNS SME’s Awards tahun ini diberikan dalam 14 kategori.

“Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa kepada instansi ataupun individu yang peduli terhadap pengembangan UMKM di Indonesia,” jelas Kunto melalui keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Jumat (14/7) malam.

Lebih lanjut Kunto menjelaskan, penyelenggaraan penghargaan ini diharapkan dapat membuat para penerima penghargaan mampu mendorong atau memotivasi instansi, perusahaan, dan individu yang belum berperan dalam pengembangan UMKM untuk ikut berkontribusi sehingga terwujud UMKM yang kreatif, mandiri, dan mampu bersaing di tengah arus pasar lokal maupun dunia.

Sementara itu Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan, penghargaan yang didapatkan melalui penilaian yang diberikan dari Universitas Sebelas Maret Solo, Kementerian BUMN, Kementerian UKM serta lembaga riset independen dari mereka.

Parman menjelaskan, UKM di Indonesia sangat banyak sekali akan tetapi kapasitas mereka masih dibawah Thailand. "Di Thailand Govermentnya full support untuk para UKM disana," ujar Parman.

Sebagai penerima penghargaan Individu Pembina UKM Terbaik, Parman menjelaskan dirinya melalui PNM telah melakukan banyak hal untuk UKM Indonesia antara lain membina para nasabah PNM untuk dibuka wawasannya serta melatih mereka.

"Kita buka wawasan mereka salah satunya dengan kita bawa pelaku UKM kita ke Thailand untuk studi banding dan belajar langsung disana lalu kita latih mereka dengan pelatihan training management produksi, management marketing, serta packaging mereka," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk produk non food Indonesia sudah sangat baik dan hanya perlu diberi sentuhan sentuhan akhir, seperti packagingnya dan produk-produknya telah bersaing di pasar mancanegara. Tetapi kalau untuk produk food, Parman mengatakan masih banyak yang harus dibenahi.

"Diharapkan ke depan UKM kita tidak hanya dapat bersaing pada MEA akan tetapi dapat menjadi pengekspor produk ke Thailand bukan malah impor dari Thailand serta para UKM Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya," urai Parman.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT