Hingga Semester I-2017, PT PP Bukukan Kontrak Baru Rp 20,2 Triliun

Direktur Utama PT PP (Persero) Tumiyana (tiga kiri) berfoto bersama sejumlah direktur PT PP (kiri ke kanan) M. Toha Fauzi, Lukman Hidayat, Agus Purbianto, Abdul Haris Tatang, dan M. Aprindy usai memaparkan hasil kinerja perusahaan pada konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2016 PT PP (Persero) Tbk di Jakarta, 16 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Senin, 17 Juli 2017 | 15:07 WIB

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk berhasil membukukan kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2017 atau Semester I-2017 sebesar Rp 20,2 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 43 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14,1 triliun.

"Semester I-2017 ini, Perseroan berhasil mencapai kontrak baru sebesar 49,7 persen dari total target yang ditetapkan oleh Perseroan sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp 40,6 triliun," ungkap Direktur Utama PT PP, Tumiyana di Jakarta, Senin (17/7).

Tumiyana menjelaskan, pencapaian kontrak baru sebesar Rp 20,2 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk Perseroan sebesar Rp 17,8 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 2,4 triliun.

Beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan selama bulan Juni, kata Tumiyana, antara lain pembangunan Marine Facilities dan Tangki Penyimpanan Minyak Mentah 3x200.000 m3 di Bantaeng Sulawesi Selatan sebesar Rp 2,3 triliun.

Kemudian, jalan tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo (lanjutan) Rp 1,1 triliun, Depok Stater City Rp 1 triliun, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta (Taxiway) Rp 658 miliar, Pembangunan Bendungan Lolak Paket II Rp 447 miliar, CSTS Tangguh Rp 390 miliar, dan lain-lain.

"Untuk komposisi kepemilikan perolehan kontrak baru Perseroan sampai dengan Juni 2017 berasal dari BUMN sebesar 62,5 persen, swasta 26,3 persen dan pemerintah 11,2 persen," jelas Tumiyana.

Sedangkan, untuk jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 32 persen, EPC 36 persen, jalan jembatan 19 persen dan bangunan air 14 persen.

"Dengan mengantongi kontrak baru sampai Juni 2017 sebesar Rp 20,2 triliun, Manajemen Perseroan masih optimistis target kontrak baru 2017 sebesar Rp 40,6 triliun ini dapat terlampaui di akhir tahun ini," kata Tumiyana.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT