Direktur Cigna: Rata-rata Biaya Kesehatan Naik 15 % per Tahun

Managing Director Cigna Global Individual Private Medical Insurance, Arjan Toor, Direktur Cigna Indonesia, Herlin Sutanto, dan Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux (kiri ke kanan), sedang berbincang di sela-sela peluncuran produk Cigna Global Health Indonesia di Jakarta, Selasa (25/7). (Beritasatu.com/Paulus Nitbani)

Oleh: Paulus Nitbani / PCN | Selasa, 25 Juli 2017 | 17:15 WIB

Jakarta- Rata-rata biaya kesehatan per tahun di berbagai negara mengalami peningkatan sebesar 15 persen. Bahkan, ada negara yang peningkatan biaya kesehatannya mencapai 25 persen per tahun. Angka ini jauh di atas rata-rata inflasi yang berada di bawah dua digit. Karena itu, perlindungan kesehatan melalui program asuransi sangat diperlukan untuk memberikan proteksi dan kenyamanan dalam perawatan kesehatan.

Demikian dikatakan Direktur Cigna Indonesia, Herlin Sutanto di sela-sela peluncuran produk Cigna Global Health Indonesia di Jakarta, Selasa (25/7).

Herlin mengatakan, dengan biaya perawatan yang tumbuh lebih tinggi dari tingkat inflasi tersebut maka sangatlah penting bagi masyarakat untuk memiliki perlindungan asuransi. Karena itu, ia mengatakan, kehadiran BPJS Kesehatan di Indonesia sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Kendati demikian, ia mengatakan, tidak ada salahnya juga bagi masyarakat untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih baik, terutama yang belum tercakup oleh BPJS Kesehatan.

Di sisi lain, ia juga menyebutkan, berdasarkan data yang ada, setiap tahun sekitar satu juta warga negara Indonesia bepergian ke luar negeri dengan tujuan melakukan perawatan kesehatan. Bahkan, sebagian besar di antara mereka membeli produk suransi kesehatan yang dijual di luar negeri dengan mata uang negara setempat.

Melihat fenomena tersebut, pihaknya tergerak untuk menawarkan produk sejenis yakni Cigna Global Health Indonesia, yang bisa dibeli di Indonesia dengan cakupan perlindungan dalam dan luar negeri. Dengan demikian, nasabah memiliki keleluasaan untuk menentukan tempat perawatan kesehatan sesuai dengan pilihannya.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux menjelaskan, lewat produk barunya ini, nasabah dapat memilih modul perlindungan tambahan opsional, termasuk sejumlah layanan internasional seperti rawat jalan internasional, perawatan gigi dan mata, kesehatan dan kesejahteraan internasional; evakuasi medis internasional; serta perawatan ibu dan bayi. Modul opsional ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk membuat perlindungan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Tak hanya itu, pihaknya juga terus melengkapi berbagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi nasabah seperti aplikasi layanan mobile yang bisa membantu nasabah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan atau pun berkonsultasi dengan para dokter untuk mendapatkan opini mengenai kesehatan nasabah.

"Kami juga bekerja sama dengan halodoc.com yang bisa membantu nasabah kami berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka dengan para dokter yang berpengalaman di bidangnya," tandas Ben.

Ben mengatakan, kendati program pelayanan kesehatan Cigna Global Health Indonesia ini diadopsi dari luar negeri, namun pihaknya sudah melakukan penyesuaian sehingga sesuai dengan cita rasa lokal  di mana para nasabah tetap memiliki fleksibilitas dalam menentukan segala sesuatu sesuai kondisi dan kebutuhan mereka.

Sedangkan, Managing Director Cigna Global Individual Private Medical Insurance Arjan Toor menambahkan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Cigna Indonesia dalam mengembangkan produk layanan kesehatan terbaru ini bagi warga negara Indonesia dan juga para ekspatriat yang ada di Indonesia.

Dikatakan, lewat program ini, nasabah yang ada di Indonesia selain bisa mendapatkan konsultasi dan alternatif pendapat dari para dokter yang ada di Tanah Air, mereka juga bisa mendapatkan pelayanan dan konsultasi dari para dokter Cigna yang ada di luar negeri.

"Kami punya dua kantor Customer Service di Shanghai, Tiongkok dan Inggris yang beroperasi 24 jam untuk melayani nasabah kami. Lewat pelayanan ini, nasabah di Indonesia juga akan terkoneksi dengan para ahli dari luar negeri sehingga mereka mendapatkan pelayanan yang sempurna," tandasnya.

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT