KSPSI: Aksi Mogok Karyawan JICT Harus Profesional

Suasana bongkar muat di Jakarta International Countainer Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta, 3 Agustus 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Yustinus Paat / WBP | Jumat, 4 Agustus 2017 | 08:16 WIB

Jakarta - Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) Rudi Prayitno mengapresiasi dan menghargai aksi mogok kerja karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) di halaman Kantor JICT, Tanjung Priok, Jakarta, pada Kamis (3/8). Menurut Rudi, aksi tersebut merupakan salah bentuk upaya menyampaikan aspirasi pekerja.

"Saya sangat menghargai apa yang teman-teman lakukan pada hari ini untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Bentuk solidaritas ini perlu kita apresiasi,” kata Rudi di Jakarta, Kamis (3/8).

Namun Rudi mengingatkan agar peserta aksi harus tetap profesional dan waspada agar unjuk rasa tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu. Kewaspadaan itu harus menjadi prioritas pekerja sehingga perjuangan mereka tetap terjaga kemurniannya. “Pekerja harus cerdas apabila berunjuk rasa. Artinya, lebih mengedepankan rasionalitas. Jangan mau ditunggangi kepentingan politik tertentu," tandas dia.

Rudi menegaskan, perjuangan serikat pekerja adalah memperjuangkan kesejahteraan anggota yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama (PKB). “Artinya apakah perusahaan menjalankan dengan benar atau tidak? Sikap yang diambil oleh perusahaan apakah berpihak kepada pekerja atau tidak," ungkap dia.

Sebagaimana perselisihan yang biasa terjadi antara pekerja dan perusahaan, Rudi mengingatkan PT JITC memberikan bonus atau insentif secara layak kepada pekerjanya. Sebaliknya, aktivis senior serikat pekerja ini juga mengaku selalu menekankan kepada para pekerja untuk turut menjaga kelangsungan usaha, agar perekonomian negara ini tidak terganggu. “Sebab, pekerja juga ikut punya tanggung jawab besar menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia,” tutur dia.

Menjawab pertanyaan apakah ada indikasi ditunggangi kepentingan politik tertentu, Rudi tidak mau gegabah berkomentar,. Namun dia merasa berkewajiban untuk mengingatkan kepada para pekerja agar tetap hati-hati. “Karena siapa pun bisa memanfaatkan momentum ini, jika pekerja tidak waspada,” kata dia.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT